Senin, 18 Februari 2019 18:03

Banjir Datang, Aktifitas Belajar Siswa SDN 01 Bojong Asih Kab Bandung Dipindahkan ke Aula Desa

Reporter : Iman
Banjir yang terjadi di Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Banjir yang terjadi di Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. [limawaktu]

Limawaktu.id – Aktifitas belajar SDN 01 Bojong Asih, Kabupaten Bandung sempat terganggu akibat banjir yang terjadi di Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Banjir itu terjadi lantaran luapan Sungai Citarum, Senin (18/2/2019) akibat dari imbas hujan ringan hingga deras, Minggu (17/2/2019).

Berdasarkan pantauan, banjir di Jalan Kampung Bojong Asih RW 14 terlihat mulai surut dengan ketinggian air terkini sebetis. Namun, memasuki pemukiman bisa mencapai pinggang orang dewasa. Akibatnya, sebagian warga memilih mengungsi di lingkungan Desa Dayeuhkolot. 

Sementara itu, aktivitas belajar SDN 01 Bojong Asih yang aksesnya terendam banjir termasuk bangunan sekolah dipindahkan ke Aula kantor Desa Dayeuhkolot lantai dua. Kondisi seperti itu sudah berlangsung sejak satu pekan terakhir.

Yadi (49), salah seorang warga sekitar menuturkan, banjir di wilayahnya sudah berlangsung hampir satu pekan lebih. Banjir sempat surut namun kembali naik ke pemukiman apabila hujan kembali turun.

"Banjir naik turun. Tadi malam banjir naik ke pemukiman jam 24.00 WIB. Sekarang mah banyak lumpurnya," tuturnya.

Ia mengaku warga terbiasa dengan kondisi tersebut. Namun, tetap saja menggangu aktifitas warga. Menurutnya, banjir yang terjadi di Bojong Asih merupakan kiriman dari wilayah Majalaya, Banjaran atau Rancaekek.

Banjir terbesar di wilayahnya terjadi pada 2005, 2010 dan 2016. Diperkirakan banjir besar akan terjadi pada 2021 mendatang. Meski katanya, banjir tidak bisa diprediksi kapan terjadi di wilayahnya.

"Kemarin sudah dua hari tidak hujan tapi di Majalaya, Banjaran hujan termasuk kalau di Rancaekek hujan besar. Air banjir sampai kesini kurang lebih 4 jam," ungkapnya.

Dikatakannya, sebagian warga yang memiliki rumah tingkat memilih bertahan di rumahnya. Namun yang hanya satu lantai sebagian terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman di aula Desa, kecamatan dan koramil di Dayeuhkolot.

Baca Lainnya