Selasa, 14 Agustus 2018 15:22

Bangun Underpass Dustira-Sriwijaya, Pemkot Cimahi Fokus DED Rp 1,11 M Tahun ini

Reporter : Fery Bangkit 
Kemacetan di Perlintana Jalan Dustira-Sriwijaya Kota Cimahi.
Kemacetan di Perlintana Jalan Dustira-Sriwijaya Kota Cimahi. [Ferry Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Rencana pembangunan underpass di jalur Jalan Dustira-Sriwijaya memasuki tahapan perencanaan Detail Enginering Design (DED).

Berdasarkan data dari lpse.cimahikota.go.id, status lelang DED underpass Jalan Dustira-Jalan Sriwijaya baru memasuki tahapan upload dokumen penawaran. Nilai HPS-nya mencapa RP 1,11 miliar.

"Tahun ini kita fokus perencanaan, pembuatan DED menyangkut kajian teknis," terang Achmad Nuryana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Selasa (14/8/2018).

Dikatakannya, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sudah berkoordinasi langsung dengan pihak PT KAI Daop II Bandung. Pasalnya, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan underpass adalah milik PT KAI.

Setelah proses DED selesai, kata Achmad, hasilnya terlebih dulu akan dikomunikasikan dengan pihak PT KAI serta Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI.

"Hasil DED nanti dikomunikaiskn dengan Kemenhub dan PT KAI, bisa saja ada masukan," katanya.

Setelah DED selesai pun, pihaknya lantas belum bisa ke tahapan fisik pembangunan. Sebab, izin kepada PT KAI maupun Kemenhub RI harus ditempuh terlebih dulu.

"Proses izin gak sebentar, gak bisa sebulan," ucapnya.

Sekedar informasi, rencana pembangunan underpass dimaksudkan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Dustira yang sudah dianggap kronis. Upaya sebelumnya untuk mengurai kemacetan pun sudah dilakukan dengan rencana pelebaran jalan di pertigaan Baros, depan Pusdik Armed.

Baca Lainnya