Jumat, 15 Mei 2020 13:40

Bandar Cilik ND, Pernah Bawa Ganja 120 Kg dari Aceh ke Jakarta

kapolres cimahi akbp m yoris maulana yusuf marzuki
kapolres cimahi akbp m yoris maulana yusuf marzuki saat gelar perkara di mapolres cimahi [limawaktu.id]

Limawaktu.id - Kecil-kecil cabe rawit. Itulah istilah yang mungkin tetap menggambarkan ND. Meski baru berusia 14 tahun, dia sudah menjadi bandar narkotika jenis ganja lintas pulau.

Kasatres Narkoba Polres Cimahi, AKP Andri Alam meyakini, siswa kelas II SMP itu sudah lama menjalankan praktik transaksi ganja melalui media sosial. Meskipun bandar cilik tersebut mengaku baru tiga bulan menjalankan praktik gelapnya. 

"Kami meyakini dia sudah lama jadi bandar ganja kering ini, mungkin setahun berdasarkan bukti dan petunjuk yang kami amankan," kata Andri saat dihubungi, Jumat (15/5/2020).

ND bersama seorang tersangka lainnya, WL (19), menjalankan praktik transaksi ganja lintas pulau. Menurut pengakuan WL, ND pernah membawa paket ganja seberat 120 kilogram dari Aceh ke Padang seorang diri dengan tujuan akhir Jakarta.

ND diberikan upah Rp 30 juta oleh seorang narapidana di Sumatera Barat untuk membawa ganja tersebut. "Tapi dia tidak mengaku, anak ini banyak bohongnya," ucapnya. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan urine pada tersangka ND, bocah tersebut positif pengguna ganja. Awal perkenalannya dengan Abang, napi yang mengendalikan peredaran ganja dari dalam lapas pun berawal dari transaksi ganja. 

"Dia pemakai ganja aktif karena awalnya bisa jadi bandar ini dia sering beli ganja dari medsos juga. Akhirnya ditawari jual beli ganja oleh Abang, napi yang sedang kami selidiki," bebernya. 

Pihaknya juga mendapati ada 14 orang pelanggannya yang dikategorikan sebagai korban penyalahguna. Ke 14 orang tersebut berusia 20 hingga 59 tahun. 

"Mereka semua termasuk orang-orang yang berstatus golongan sebagai korban penyalahguna yang secara undang-undang wajib dilakukan upaya rehabilitasi," tegasnya. 

Sementara korban dari kalangan teman-teman sekolah tersangka, hingga saat ini belum ada. Namun pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan tersebut. 

"Sampai saat ini belum ada temuan korbannya dari teman sekolah tersangka. Tapi akan terus kami dalami untuk menemukan bukti lainnya," tandasnya

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer