Kamis, 16 Mei 2019 12:14

Bakal Menjamur Jelang Lebaran, Bolehkah PKL Jualan di Trotoar Jalan?

Reporter : Fery Bangkit 
Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Cimindi.
Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Cimindi. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Para Pedagang Kaki Lima (PKL) diprediksi bakal mengalami peningkatan jelang lebaran Idul Fitri. Terutama di pusat keramaian, seperti Cimindi dan Jalan Gandawijaya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasatpol PP dan Damkar) Kota Cimahi, Totong Solehudin mengatakan, peningkatan PKL saat Ramadhan dan jelang lebaran diperkirakan mencapai 50 persen.

Baca Juga : Satpol PP Patroli, PKL di Cimahi 'Ngumpet' di Gang

"Meningkatnya bisa sampai 2 (dua) kali lipat, atau sampai 50 persen. Kebanyakan biasanya pedagang pribumi," kata Totong saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (16/5/2019).

Peningkatan jumlah PKL itu terbilang wajar dan selalu terjadi setiap tahun. Sebab Ramadhan dan jelang lebaran selalu dijadikan momen bagi mereka untuk mengais rezeki lebih. 

Baca Juga : Tertibkan PKL, Satpol PP Kota Cimahi Kerahkan Kekuatan Berlapis

Prediksi tumbuhnya PKL sendiri sudah terlihat, dengan munculnya pedagang berbagai kebutuhan berbuka puasa.

"Seperti di sekitar Pemkot Cimahi, ada yang jual kolak dan sebagainya di bahu jalan. Kita imbau supaya berdagangnya lebih ke dalam," imbuh Totong.

Baca Juga : Satpol PP Rencanakan Tambah Sanksi PKL 'Bandel'

Kemudian yang harus jadi perhatian lebih, lanjut Totong, adalah para PKL yang kerap memanfaatkan trotoar sebagai lapak untuk berjualan. Seperti di Jalan Gandawijaya.

Pemandangan itu kerap terjadi saat Ramadhan dan jelang Ramadhan, dimana para PKL itu dengan santai berjualan pada trotoar. Padahal, itu sudah dilarang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi.

"Gandawijaya itu memang dapat perhatian kita, karena (selalu) mengganggu perjalanan. Jadi penyebab kemacetan. Trotoar habis dipake jualan," ujar Totong.

Ditegaskannya, pihaknya tetap melarang para PKL berjualan pada zona terlarang seperti di trotoar Jalan Gandawijaya. Tindakanpun akan tetap dilakukan, tapi caranya tidak akan sama seperti yang dilakukan ketika hari biasa.

"Kalau pelarangan memang dari awal sudah dilarang. Hanya saja ada toleransi. Misalnya, kalau bukan bulan Ramadhan kan langsung didorong, tegas, tapi sekarang peringatan dulu. Bukan berarti pembiaran," tegas Totong.

Terakhir, pihaknya mengimbau para PKL tertib dalam berjualan. Jangan sampah berjualan di zona terlarang, apalagi sampai mengganggu perjalanan.

Baca Lainnya