Jumat, 15 Februari 2019 13:32

Bak Pemilu, Pengundian Kios Pasar Atas Baru Cimahi Gunakan Sistem Demokrasi

Reporter : Fery Bangkit 

Limawaktu.id - Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Atas Baru Kota Cimahi, Tinton Radhitya menegaskan, pengundian kios untuk para pedagang bebas dari praktik jual beli.

Pengundian kios berlangsung Jum'at (15/2/2019) di Lantai 4 Pasar Atas Baru, Jalan Kolonel Masturi. Pembagian dibagi ke dalam tiga sesi, sesuai dengan zona pedagang lama yakni sebanyak 423 pedagang.

Baca Juga : 84 Kios di Pasar Atas Barokah Cimahi ini Belum Bertuan

"Disewakan aja gak boleh, apalagi dijual belikan. Kan tidak boleh diuangkan kalau fasilitas pemerintah itu," tegas Tinton saat ditemui di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi, Jum'at (15/2/2019).

Dikatakannya, pengundian kios ini berlangsung terbuka atau demokrasi. Dimana setiap pedagang berkah mengambil nomor yang telah disediakan panitia. Nomor berapapun yang diambil, artinya itu akan jadi urutan kios pedagang tersebut.

Baca Juga : Tempati Kios Baru di Pasar Atas, Pedagang Wajib Punya SITU, apa itu?

Jadi, kata dia, dengan sistem pembagian kios secara terbuka ini, jelas-jelas tak akan ada praktik jual beli atau kios titipan. Sebab kalau itu terbukti, maka akan mendapatkan sanksi dari instansi terkait.

"Misalnya, begitu dia (pedagang) dapat nomor 20, ya sudah berarti kiosnya nomor 20," jelasnya.

Baca Juga : Pengundian Kios Berlangsung Hari ini, Tengok Detail Pembagian Zonanya di Sini!

Sistem terbuka atau demokrasi dalam pengundian ini dilakukan untuk menghilangkan stigma negatif dari para pedagang. "Kita ambil sistem terbuka supaya lebih fleksibel, supaya tak ada suudzon, biar lebih clear. Pedagang lebih terbuka lebih menerima," pungkasnya.

Sekedar informasi, Pasar Atas Baru sempat mengalami musibah kebakaran 2014 lalu. Akibatnya, sekitar 400 lebih pedagang harus kehilangan kiosnya. Setelah itu, Pemkot Cimahi mewacanakan pembangunan.

Pembangunan pasar atas itu baru terealisasi tahun 2016 akhir dengan anggaran Rp 23 miliar. Pembangunan terhenti sejak awal 2017 hingga akhirnya pertengahan 2018 kembali dilanjutkan, sekaligus dengan revitalisasi pasar atas lama dengan menelan anggaran hingga Rp 56 miliar.

Sekarang, pembangunan sudah dianggap selesai. Ada 507 kios yang tersedia di Pasar Atas Baru, yang terlebih dahulu akan diprioritaskan bagi pedagang lama. Setelah proses pembuatan Sistem Izin Tempat Usaha (SITU), barulah para pedagang berhak untuk menempati kios-kios itu.

Sesuai jadwal, serah terima kemungkinan akan dilakukan Juli mendatang. Sebab, saat ini masih dalam proses pemeliharaan oleh kontraktor selama enam bulan ke depan. "Meski belum diserahkan, tapi sudah boleh ditempati pedagang," ujar Siti Rosida, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi.

Seraya menambahkan bahwa pengisian kios oleh pedagang sebelum diserahkan oleh kontraktor sangat penting untuk mengevaluasi kekurangan-kekurangannya.

"Kalau selama enam bulan dianggap masih ada yang kurang, itu masih tanggung jawab pihak ketiga," tandas Siti. 

Baca Lainnya