Selasa, 26 Desember 2017 8:45

Atasi Kemacetan di Lembang, Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas

Reporter : Fery Bangkit 
Simpul kepadatan kendaraan terjadi di sekitar objek wisata dan jalur-jalur pertemuan arus kendaraan seperti simpang Panorama, Grand Hotel dan Beatrix.
Simpul kepadatan kendaraan terjadi di sekitar objek wisata dan jalur-jalur pertemuan arus kendaraan seperti simpang Panorama, Grand Hotel dan Beatrix. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Puncak kepadatan arus lalu lintas di sekitar Lembang Kabupaten Bandung Barat terjadi pada H-1 perayaan Natal atau Minggu, 24 Desember 2017. Meski demikian, kepadatan kendaraan masih terasa saat hari libur Natal.

Kasat Lantas Polres Cimahi, AKP Suharto menyampaikan, padatnya volume kendaraan pada H-1 Natal di Lembang terjadi sejak pagi sampai malam hari. Selama satu hari penuh, pihaknya berlakukan 'contra flow' atau pengalihan arus lalu lintas agar antrian kendaraan di kawasan wisata Lembang dapat lebih cepat terurai.

"Puncak arus lalu lintas di Lembang terjadi pada malam Natal. Kendaraan yang menumpuk di wilayah Lembang berasal dari wisatawan luar kota," katanya, Senin (25/12).

Suharto menyebutkan, sepanjang hari Minggu kemarin, kontra flow harus diberlakukan sampai 20 kali lebih. Kata dia, kepadatan kendaraan baru dapat terurai sekitar jam 10 malam.

Terkait simpul kepadatan kendaraan, lanjut dia, terutama terjadi di sekitar objek wisata dan jalur-jalur pertemuan arus kendaraan seperti simpang Panorama, Grand Hotel dan Beatrix.

"Titik-titik pertemuan arus kendaraan tersebut sudah diantisipasi dengan penguatan personel sebanyak 6 orang di tiap persimpangan jalan," bebernya.

Sementara itu pantauan Senin siang, jalur-jalur menuju objek wisata di Lembang masih dipadati kendaraan dan bus-bus pariwisata.

Antrean kendaraan terjadi di Jalan Maribaya Timur yang menuju ke arah objek wisata De Lodge dan Tangkuban Perahu. Bukan hanya di jalur utama, antrian kendaraan pun terjadi di jalur alternatif Punclut.

Kontur jalan yang berkelok, sempit ditambah banyaknya tanjakan yang cukup panjang menyebabkan antrian di jalur Punclut mencapai 5 km lebih. Kondisi ini membuat sejumlah kendaraan mogok dan harus menepi ke pinggir jalan.

Kurangnya anggota polisi yang mengatur di jalur Punclut membuat warga berinisiatif turun mengatur lalu lintas, terutama membantu kendaraan yang mogok di tanjakan. (kit) 

Baca Lainnya