Selasa, 4 Desember 2018 17:15

Aspal Jalan Mahar Martanegara Cimahi, Terus Mengelupas Saat Hujan Deras

Reporter : Fery Bangkit 
Pengelupasan Aspal Di Jalan Mahar Martanegara Senin (3/12/2018).
Pengelupasan Aspal Di Jalan Mahar Martanegara Senin (3/12/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Aliran Sungai Ciputri masih menjadi momok Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi. Jalan itu kembali mengelupas akibat diterjang air deras dari Sungai Ciputri saat hujan deras, Senin (3/12/2018). Padahal, jalan kota itu baru saja di aspal ulang oleh Pemkot Cimahi.

Ketika dikonfirmasi soal pengelupasan aspal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengakui pengelupasan bisa terus terjadi selama musim hujan.

Baca Juga : Masalah 3P Sungai Ciputri, Penyebab Rusaknya Jalan Mahar Martanegara Cimahi

"Masalahnya tidak berubah, jadi ini karena kuatnya arus air. Lapisan perekat aspalnya terangkat, karena sudah banyak rekahan di aspal jalan itu. Kalau melihat kondisinya, bisa saja setiap arus deras ini kemungkinan akan ada pengelupasan meskipun sedikit," ujar Wilman saat dihubungi, Selasa (4/12/2018).

Dikatakannya, kemungkinan jalan yang mengelupas itu tak akan diperbaiki selama musim hujan. Sebab, kata dia, akan sia-sia jika nantinya kembali dihantam air deras dari luapan sungai.

Baca Juga : Jalan Mengelupas yang Diretweets Sutopo ini Kembali Mulus

"Sepertinya tidak akan diperbaikin saat musim hujan, karena percuma nanti bisa mengelupas lagi. Paling penting kami membersihkan sisa pengelupasannya," tegasnya.

Pihaknya belum mengetahui berapa panjang dan lebar pengelupasan yang terjadi kemarin. Kondisi terakhir, pengelupasan aspal sepanjang 150 meter dengan lebar 4,5 meter dan ketebalan 5 cm.

Baca Juga : Oh Jalan Mahar, Kemarin Diperbaiki Sekarang Mengelupas Lagi

"Untuk panjang dan luas area yang mengelupas terbaru masih kita inventarisir terus," bebernya.

Disinggung mengenai respon pengembang, yakni CV Tri Manunggal Karya, dia menuturkan pengembang siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Mengenai kemungkinan blacklist bagi pengembang, dia menegaskan hal tersebut belum terpikirkan sebab kejadian pengelupasan aspal karena faktor alam.

"Kita belum ada rencana melakukan blacklist pengembang, karena pengelupasan ini kan murni akibat kondisi alam yang ekstrem. Belum ada indikasi pengembang melakukan kecurangan. Kita masih menunggu hasil uji lab campuran aspalnya juga," tandasnya.

Baca Lainnya