Sabtu, 11 November 2017 19:05

Angka Perceraian di Kota Cimahi Bikin Geleng-geleng Kepala

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi perceraian.
Ilustrasi perceraian. [net]

Limawaktu.id,- Berdasarkan data dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cimahi, setiap tahunnya ada sekitar 5-6 ribu pasangan yang memutuskan untuk bercerai.

Dari data tersebut, dapat diasumsikan jika setiap bulannya, angka perceraian di Kota Cimahi mencapai 500 kasus.

Menurut kepala Kantor Kemenag Kota Cimahi, Cece Hidayat, kasus perceraian yang terjadi disebabkan oleh faktor ekonomi, media sosial, hingga kesiapan mental yang ternyata sangat minim.

"Mungkin yang tertinggi itu karena faktor ekonomi yang jadi penyebabnya. Disusul dengan hubungan yang tidak harmonis karena perasaan bosan, baru faktor media sosial," beber Cece, Sabtu (11/11/2017).

Cece melanjutkan, kebanyakan pasangan yang memilih untuk bercerai merupakan pasangan yang menikah muda, dan usia pernikahannya di bawah 10 tahun.

"Memang tidak salah menikah antara usia 20-24 tahun, tapi yang perlu diperhatikan itu persiapannya. Bukan hanya materi tapi juga persiapan psikisnya yang harus diperhatikan," tuturnya.

Untuk menekan tingginya angka perceraian, Kemenag Kota Cimahi akan melaksanakan bimbingan pra perkawinan dan akan mendapatkan sertifikat untuk salah satu persyaratan menikah.

"Di bimbingan menikah itu diberikan materi mengenai doa bersenggama dengan pasangan, cara membersihkan hadas setelah bersetubuh, bagaimana memprogram kehidupan rumah tangga setahun, dua tahun, sampai seterusnya. Karena faktanya, hal-hal sesederhana itu mereka belum tahu. Yang terpenting kita membantu mereka merencanakan masa depan perkawinan mereka," jelas Cece.(kit)*