Sabtu, 25 November 2017 23:37

Alih Fungsi Lahan Hutan di Kabupaten Bandung Sebabkan Bencana

Reporter : Yulie Kusnawati
Personil Polres Bandung melakukan penanaman pohon endemik di enam kecamatan
Personil Polres Bandung melakukan penanaman pohon endemik di enam kecamatan [limawaktu]

Limawaktu.id, - Akibat kerusakan hutan yang ada di Kabupaten Bandung terjadi banyak bencana alam yang ditimbulkan seperti banjir, longsor dan banjir bandang. Polres Bandung mengajak masyarakt untuk lebih peduli lagi memelihara alam agar bisa mengurangi bencana.

"Beberapa waktu lalu di Ciwidey terjadi banjir bandang, di Rancabali satu keluarga, empat orang jiwa nyawanya melayang tertimbun longsor," ungkap Kapolres Bandung AKBP M Nazly Harahap, saat penanaman tiga juta pohon endemik dilahan seluas 60 hektare hutan lindung, di blok waas yang beberapa bulan lalu di police line oleh Satreskrim Polres Bandung karena telah beralihfungsi menjadi lahan perkebunan, Sabtu (25/11).

Menurut Nazly, pihaknya telah menerjunkan 1.700 personil Polres Bandung untuk melakukan penanaman pohon endemik di enam kecamatan. Pasalnya, sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung sudah rusak karena telah beralih pungsi lahan.

"Semenjak saya menjabat di Polres Bandung, pemandangan itu sudah terlihat. Oleh karena itu, kami telah memperingatkan banyak orang agar tidak melakukan alih fungsi lahan," kata Nazly saat wawancara..

Lebih lanjut lagi Nazli menjelskan, lahan Blok Waas seluas 350 hektare, sekitar 60 hektare lahan di lokasi itu sangat kritis. Menurutnya 60 hektare lahan itu sebelumnya ditanami beragam jenis sayur. Selain di Blok Waas yang berada di Kecamatan Pasirjambu, lahan kritis tersebar di wilayah lainnya yang berada di enam polsek di wilayah hukum Polres Bandung terdiri Polsek Ciwidey, Rancabali, Pasirjambu Pangalengan, Kertasari dan Ibun.

"Saat ini kami melakukan penanaman pohon serentak di wilayah enam polsek. Ada 4.000 hektare lahan ditanami pohon yang bekerjasama dengan Perhutani. 425 hektare lahan ditanam serentak hari ini di enam wilayah," jelasnya.

Dia berharap, melalui penanaman pohon ini dapat mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan. "Semoga masyarakat menjaga lingkungannya, pasalnya apabila masih menanam sayuran maka akan terjadi longsor dan bencana alam dan kerugian lebih besar," pungkasnya. (lie)