Kamis, 12 Desember 2019 12:35

Alasan yang Buat Pemkot Cimahi Kaji Kenaikan Tarif Air Bersih

Foto istimewa
Foto istimewa [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Tarif Air Bersih dari Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) yang dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air Minum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi bakal mengalami kenaikan.

Tarif bagi pelanggan SPAM yang dikelola pihaknya masih mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 3 Tahun 2017 tentang Tarif Retribusi Pemaiakan Umum.

Tarif kelompok 1 atau kategori rumah tangga tidak mampu RpRp1.800/m3, kelompok 2 kategori rumah atau mampu Rp3.500/m3, dan kelompok 3 atau kategori rumah mewah Rp4.500/m3 dan tarif kelompok 4 Rp5.000/m3.

Kepala UPT Air Minum pada DPKP Kota Cimahi, Dede M Asoriri mengatakan, adanya rencana kenaikan tarif itu dikarenakan setiap tahunnya biaya pemeliharaan seperti pembelian bahan kimia dan gaji pekerja selalu mengalami peningkatan.

"Nanti kita lihat. Memang rencananya ada kenaikan soalnya harga-harga bahan kimia, kemudia biaya tenaka kerja kan naik tiap tahun," kata Dede saat ditemui di UPT Air Minum Kota Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (12/12/2019).

Namun untuk mematangkan rencana tersebut, pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu. Termasuk melakukan survey bagi pelanggan yang sudah menikmati air bersih dari SPAM UPT Air Minum Kota Cimahi. "Nanti dibuat kajian, survey juga dari kepuasan pelanggan," ucap Dede.

Saat ini, pelanggan SPAM UPT Air Minum Kota Cimahi mencapai 4.300 Sambungan Rumah (SR). Namun yang baru tersambung air bersih baru sekitar 3.260 SR. Sementara sisanya masih dalam proses pengaliran. "Ada yang udah terpasang sekitar 1.000 itu belum ngocor. Mungkin akhir tahun sudah ngocor," ujarnya.

Dede melanjutkan, uang yang terkumpul dan masuk kas daerah dari pemasukan pelanggan tahun ini sudah mencapai Rp 2,57 miliar, dari target yang dicanangkan sebesar Rp 2,8 miliar. "Terelisasi sampai sekarang sekitar Rp 2,57. Rp 130 juta lagi, insyaAlloh akhir tahun tercapai," terangnya..

Retribusi yang didapat dari para pelanggan itu, lanjut Dede, cukup untuk biaya pemeliharaan dan operasional UTP Air Minum Kota Cimahi yang tahun ini mencapai sekitar Rp 1,89 miliar. Dianggarkan untuk pemeliharan, total tahun ini untuk bahan kimia untuk pegawai dan lain lain tahun ini Rp 1,89 miliar. Jadi kalau dibandingkan ke PAD (2,7) udah surplus. Semuanya masuk kas daerah" pungkasnya.

SPAM milik UPT Air Minum Kota Cimahi sendiri terletak di Kompleks Perkantoran Kota Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kota Cimahi. SPAM tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 4.300 kubik per hari, dengan memanfaatkan aliran air dari Sungai Cimahi.

Baca Lainnya