Rabu, 26 Februari 2020 19:00

'Akal Bulus' Vendor Reklame agar Bebas Pajak Dibongkar Bappenda Cimahi

foto istimewa Reklame
foto istimewa reklame [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Cimahi mengungkapkan kenakalan Wajib pajak (WP) reklame agar terhindar dari tagihan pajak tahun lalu.

Kepala Bappenda Kota Cimahi, Dadan Darmawan mencontohkan, misalnya ada yang mengajukan pemasangan reklame permanen di 100 titik. Namun saat dicek ke lapangan, kenyataannya reklame tersebut lebih dari 100 titik.

"Jadi diselip-selip. Misal ada 5 deret, ternyata ditengahnya ada 1 atau 2 reklame yang tidak didaftarkan. Ada yang kita temukan seperti itu," ungkap Dadan saat ditemui Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (26/2/2020).

Untuk mengatasi aksi nakal dari Wajib pajak (WP) itu, kata Dadan, pihaknya langsung memanggil pihak vendor, kemudian dibuatkan berita acara untuk pembayaran pajak reklamenya.

Tahun lalu juga, terang Dadan, pihaknya menemukan reklame yang terpasang di Kota Cimahi, tapi tidak didaftarkan sebagai WP. Personel Bappenda biasanya langsung melakukan penelusuran.

Ternyata didapati vendor yang bersangkutan sudah membayar, namun diwakilkan kepada vendor lain.

"Jadi sampai 3 tangan (vendor). Kita panggil semua kita tagihkan akhirnya bayar. Ada kejadian tahun lalu seperti itu," bebernya.

Sementara perihal WP yang kerap menunggak pembayaran pajak, tegas dia, pihaknya selalu memberikan sanksi sesuai prosedur yang berlaku. Dimulai dari peringatan 1, 2 dan 3, termasuk pemasangan media peringatan terhadap penunggak pajak.

"Harapannya jadi syok terapi juga ke yang lain. Jadi manakala enggak bayar, kita juga ada prosedur (pemberian sanksi)," tegas Dadan.

Kepala Kepala Bidang penerimaan dan Pengendalian Pendapatan pada Bappenda Kota Cimahi, Lia Yuliati menambahkan, jatuh tempo pembayaran pajak reklame terhitung 30 hari sejak objek pajaknya terpasang.

"Per 30 hari sejak diterbitkan, kalo pajak reklame ketetapannya dterbitkan setelah dipasang. Setelah jatuh tempo kalo belum bayar diterbitkan teguran 1," kata Lia. 

Baca Lainnya