Senin, 17 Februari 2020 12:41

Air Liar, Dinding SDN II Gunung Bentang Jebol, KBM pun Diliburkan

Sejumlah Guru Saat Membersihkan Lumpur yang masuk kedalam ruang kelas dengan peralatan seadanya.
Sejumlah Guru Saat Membersihkan Lumpur yang masuk kedalam ruang kelas dengan peralatan seadanya. [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SDN II Gunung Bentang, Desa Jasamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa diliburkan pasca jebolnya dinding sejumlah ruangan pada Minggu (16/2/2020) sekitar pukul 17.00 WIB.

Ada enam ruangan yang terdampak akibat bencana tersebut. Akibatnya, sebanyak 278 siswa dari enam kelas diliburkan untuk sementara waktu, hingga kondisi benar-benar pulih.

Kepala Sekolah SDN II Gunung Bentang, Dede Marfuah mengatakan, jebolnya dinding beberapa ruang di sekolahnya itu dikarenakan tak kuat menahan debit air yang cukup besar saat hujan mengguyur pada Minggu (16/2/2020) sore.

jebol-5e4a2760714cb.jpg" alt="" />
Dinding Ruang sekolah yang jebol akibat tidak kuat menahan debit Air hujan

"Airnya dari kebun di belakang sekolah, memang enggak ada saluran air. Pertama itu diketahui penjaga sekolah, tau-tau air udah masuk ke sekolah," ungkapnya saat ditemui di lokasi, Senin (17/2/2020).

Pertama air itu menjebol tembok ruang musola yang menyatu dengan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Kemudian dinding pemisah antara UKS dengan ruang kepala sekolah pun jebol.

"Jadi airnya masuk ke area sekolah sama lumpurnya juga. Termasuk ruang kelas. Dokumen juga ada yang basah," ujarnya.

Untuk penanganan sementara, lanjut Dede, informasinya akan dibuat saluran air di belakang sekolah. Sebab, kata dia, jika tak dibuat saluran, air dipastikan masuk ke area sekolah lagi.

"Informasinya, mau dibuat dulu saluran air. Kalau kerusakannya katanya akan segera diperbaiki," tuturnya.

Untuk proses KBM, lanjut Dede, kemungkinan Selasa (18/2/2020) bisa kembali normal, meski ruangan yang rusak belum bisa diperbaiki.

"Hari ini kita bersihkan dulu lumpurnya pake alat seadanya. Mudah-mudahan besok anak-anak bisa sekolah lagi," tandasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo mengatakan, berdasarkan hasil assesment, ada enam ruangan yang terdampak jebolnya dinding tersebut.

"Kalau yang rusak berat 2 ruangan, kepala sekolah sama UKS," ucapnya.

Saat kejadian, terang dia, luapan air di area sekolah sempat mencapai 1,5 meter. Untuk sementara, rencananya akan dibangun saluran air di belakang sekolah agar air tidak masuk ke area sekolah.

"Kalau ketebalan lumpur, paling sekitar 5 cm," ucapnya.

Baca Lainnya