Senin, 26 Februari 2018 9:39

Air dari 121 Sumber air se Nusantara Disatukan dalam Kawin Cai di Kabuyutan Cipageran

Reporter : Bubun Munawar
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna dan Ngatiyana ikut dalam ritual Kawin Cai di Kabuyutan Cipageran Cimahi.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna dan Ngatiyana ikut dalam ritual Kawin Cai di Kabuyutan Cipageran Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Bertepatan dengan Konferensi Asia Afrika puluhan tahun lalu, Presiden Republik Indonesia Soekarno, meminta tiap utusan dari tiap negara membawa air yang kemudian disatukan di sumur Bandung.

Peristiwa tahun 1955 itu diulang kembali pada Minggu, 25 Februari 2018, di Kabuyutan cipageran dengan ritual Kawin Cai atau Kawin Air. Dalam ritual tersebut disatukan air dari 121 titik sumber mata air di seluruh penjuru nusantara.

Tradisi kawin Cai ini merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Sunda yang bernapaskan persatuan dan kebersamaan. Air itu suci dan mensucikan. 80% tubuh manusia tercipta dari air. Air diminum, dijadikan sumber kehidupan. Makanya disebut cai kahuripan.

Ketua Pelaksana kegiatan Kawin Cai Abah Yusuf menyebutkan, ritual kawin cai ini secara hakiki mengingatkan kepada sumber hakiki, Allah SWT. “Air itu suci. Jadi jangan sampai air itu membawa manusia tenggelam dalam kehidupan yang jauh dari Allah Swt dan tuntunan baginda Nabi Muhammad SAW,” sebutnya.

Perhelatan pada hari Minggu (25/2/2018) pagi itu dihadiri oleh ratusan kabuyutan dari berbagai daerah dengan pakaian serba hitam dilengkapi ikat kepala.

Wali Kota cimahi Ajay M Priatna mengungkapkan, Pemkot Cimahi berterimakasih dengan helatan Kawain cai di Kabuyutan Cipageran. Pasalnya, ritual yang merupakan kearifan lokal ini mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian air sebagai sumber kehidupan.

“Kegiatan ini menginspirasi kita agar selalu menjaga kelestarian air sebagai sumber kehidupan, ” pungkasnya.

Baca Lainnya