Kamis, 16 Agustus 2018 12:55

Air Bawah Tanah di Kota Cimahi Masuk Zona Merah

Reporter : Fery Bangkit 
SPAM Cimahi Utara UPT Air Minum Kota Cimahi
SPAM Cimahi Utara UPT Air Minum Kota Cimahi [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi mencatat, ada 72 unit sumur artesis dan sumur dangkal (jetpam) tersisa Kota Cimahi.

Namun, memasuki musim kemarau ini, debit air yang ada di 72 titik sumur itu mengalami penurunan. Agar tak semakin berkurang, DPKP Kota Cimahi pun akan menggenjot pengelolaan air permukaan untuk melayani kebutuhan air bersih.

Baca Juga : 25% Warga Cimahi Belum Nikmati Air Bersih

"Penanganan kebutuhan air bersih di musim kemarau dilakukan dengan menggenjot pengelolaan air permukaan," ujar Muhammad Nur Kuswandana, Kepala DPKP Kota Cimahi, Kamis (16/8/2018).

Untuk saat ini, kata Nur, pembuatan sumur dangkal dan artesis di Kota Cimahi tak bisa lagi dilakukan karena air tanah masuk zona merah. Selain itu, perizinan pun harus ditempuh dari Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga : Garapan Sungai Leuwilayung, DPKP Kota Cimahi Segera Bebaskan Lahan

Selain menggenjot sumur artesis dan jetpam untuk pemenuhan air bersih, DPKP Kota Cimahi juga tengah menggenjot rencana pengelolaan air secara mandiri dengan perencanaan mengubah Unit Pelayanan Teknis (UPT) Air Minum menjadi Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cimahi

Selain itu, ada juga rencana pembangunan sumber air yang bakal dikelola, diantaranya sumber air dari Leuwilayung Cimahi Utara dan aliran Sungai Cimahi. Sumber air Leuwilayung dapat menyalurkan air sampai 50 liter perdetik. Debit tersebut setara 5.000 SR.

Baca Juga : Sejumlah Kecamatan di KBB dan Kab Bandung Mulai Kesulitan Air Bersih

"Saat ini sudah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) dan tahapan pembebasan lahan untuk sistem pengolahan air di Leuwilayung," katanya.

Pemkot Cimahi juga bekerjasama dengan Pemkab Bandung dalam pengelolaan sumber air bersih dari Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Regional Gambung yang dikelola PDAM Tirta Raharja. Design awal aliran dari SPAM Gambung untuk ke Kota Cimahi dengan kapasitas 100 liter perdetik, atau sebanding dengan 10.000 SR.

Pemasangan infrastuktur akan dilaksanakan tahun 2018, kemudian pemasangan pipa dari Kabupaten Bandung ke Kota Cimahi dilaksanakan tahun 2019.

"Untuk sampai ke Leuwigajah masih 19 km jaraknya, Cimahi harus berjuang mempersiapkan Jaringan Distribusi Utama (JDU). Kami juga minta Pemprov Jabar segera merealisasikan SPAM Gambung, sehingga Cimahi segera menyiapkan reservoir di Leuwigajah sebagai penampung air di musim kemarau," jelasnya.

Baca Lainnya