Jumat, 20 November 2020 15:36

Ada 13 Kampung KB di Cimahi, Ini Manfaatnya untuk Masyarakat!

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna.
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna. [Foto Istimewa]

Cimahi - Pemkot Cimahi menilai, keberadaan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sangat berpengaruh untuk meningkatkan cakupan kepesertaan Keluarga Berencana (KB). Hingga saat ini tercatat ada 13 Kampung KB di Kota Cimahi.

Berdasarkan data Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, cakupan kepesertaan KB di Kota Cimahi mencapai 73.915 atau 78,99 persen dari total 93.576 Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Cimahi. Kepesertaan masih didominasi pengguna KB jangka pendek.

"Adanya Kampung KB ini cakupan kepesertaan terus meningkat. Terutama Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Karena kita kan dengan Puskesmas terus melakukan penyuluhan," terang Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, yang didampingi Plt Kepala DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, Fitriani Manan, Jumat (20/11/2020). 

Dikatakan Ajay, Kampung KB memiliki berbagai manfaat dan kontribusi nyata terhadap akselerasi cakupan pelayanan yang berkualitas dalam program pembangunan keluarga, kependudukan dan KB serta menjadi motor penggerak partisipasi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. 

"Kampung KB merupakan wadah untuk meningkatkan kualitas keluarga, mulai dari kesejahteraan keluarga yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Ajay 

Dengan berbagai manfaat yang ada, kata dia, pihaknya senantiasa mendorong agar program Kampung KB ini dapat memunculkan inovasi-inovasi yang dapat memberikan warna terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kota Cimahi.

Seperti di Kampung KB RW 08 Padakasih ini yang telah memadukan berbagai kegiatan yang berkenaan dengan 8 fungsi keluarga beserta beberapa program unggulannya.

"Salah satunya seperti kencleng Kampung KB Padakasih yaitu program penggalangan dana infak dan shodaqoh berupa uang dan beras yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang mendukung kesuksesan Kampung KB," jelasnya.

Kemudian, ungkap Ajay, ada juga program Agroforestry Ecowisata Kampung Padakasih yang memanfaatkan lahan berstatus tanah carik seluas 9.000 meter persegi. Lahan tersebut akan dijadikan wisata pangan yang akan memberikan nilai lebih ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. 

Kampung KB 08 Padakasih sendiri menjadi perwakilan Kota Cimahi di tingkat Provinsi Jawa Barat dan sudah lolos dalam tahapan monitoring dan evaluasi secara virtual. Saat ini Kampung KB tersebut memasuki tahapan rechecking oleh Pemprov Jawa Barat untuk menjadi salah satu kandidat yang akan mewakili Jawa Barat di tingkat nasional. Kota Cimahi bersaing dengan empat wilayah lainnya 
 
"Mudah-mudahan segala usaha dan kerja keras bapak-ibu para pengurus Kampung KB Padakasih sekalian dapat menghantarkan Kota Cimahi untuk memperoleh tempat yang terbaik," ujar Ajay.

Baca Lainnya