Senin, 26 Februari 2018 9:59

35 Armada Tak Sanggup Angkut Gunungan Sampah yang Capai 670 Ton/Hari di Bandung Barat

Reporter : Fery Bangkit 
Truk armada pengangkut sampah Bandung Barat.
Truk armada pengangkut sampah Bandung Barat. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Minimnya Tempat Sampah Sementara (TPS) dan armada pengangkut sampah membuat pengangkutan sampah di Kabupaten Bandung Barat ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti kurang optimal.

Imbasnya, gunungan sampah rumah tangga kerap terjadi di sejumlah titik di Bandung Barat. Salah satunya di Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong. Selain menimbulkan bau menyengat, tumpukan sampah juga menganggu kenyamanan.

Kasubag TU Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Kabupaten Bandung Barat, Syahria mengakui, saat ini pihaknya hanya memiliki 35 kendaraan pengangkut sampah. Jumlah tersebut diakuinya tidak ideal untuk melayani 16 kecamatan se-Bandung Barat.

“Kalau idealnya harus punya 150 (kendaraan). TPS di Kabupaten Bandung Barat memang kurang, sebab susah tanah,” bebernya saat dihubungi via telpon, Senin (26/2/2018).

Dikatakannya, jumlah truk yang ada saat ini jelas tidak ideal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Bandung Barat yang mencapai 1,6 juta jiwa. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, maka tumpukan sampah di Bandung Barat dalam sehari bisa mencapai 670 ton.

“Dengan armada 35 itu hanya mampu mengangkut 146 ton sehari. Satu mobil ada yang 2 (dua) dan 3 (tiga) rit,” jelas Syahria.

Namun, kekurangan armada pengangkut sampah di Bandung Barat sepertinya tidak akan terpenuhi dalam waktu dekat. Pasalnya, untuk tahun ini Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tidak menganggarkan untuk penambahan kendaraan pengangkut sampah.

“Iya kalau kemauan mah ditambah. Tapi mungkin keterbatasan anggaran pemerintah. Tahun sekarang adanya peremajaan tiga kendaraan,” kata Syahria.

Selan itu kurangnya TPS dan kendaraan pengangkut sampah, faktor cuaca juga akhir ini memperlambat pengangkutan sampah dari seluruh wilayah Bandung Barat menuju TPAS Sarimukti.

Pasalnya, akibat cuaca hujan, akses menuju TPAS Sarimukti menjadi licin. Ketika tiba di lokasi pun, kendaraan pengangkut kerap mengalami hambatan akibat kontur tanah yang licin. Bahkan, pernah ada truk pengangkut yang terguling.

“Kalau musim hujan itu tidak diprediksi kelancarannya,” tandasnya.