Sabtu, 30 Januari 2021 14:23

22 Bidang Tanah Kas Desa Akan Dibebaskan untuk Pembangunan Tol Cisumdawu

Reporter : Wawan Gunawan
Proyek Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu
Proyek Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu [net]

Limawaktu.id,- Tol Cisumdawu seksi 1, 2 dan 3 dapat dirampungkan Tahun 2021 untuk semakin membuka akses ke Kabupaten Sumedang. Pemkab Sumedang mengidentifikasi dan memetakan secara detail terkait permasalahan Tanah Kas Desa (TKD) di 22 bidang.


"Pembahasan bidang Tanah Wakaf dan Tanah Kas Desa (TKD) yang terkena pengadaan tanah Jalan Tol Cisumdawu kemarin dibahas bersama Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di Pendopo IPP Kabupaten Sumedang," terang Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryaman, Sabtu (30/1/2021).


Dia menyebutkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang memberikan dukungan dalam akselerasi penyelesaian jalan Tol Cisumdawu tersebut karena Sepanjang 60 km Jalan Tol Cisumdawu masuk ke wilayah Kabupaten Sumedang.

.
"Kami tentunya berkepentingan untuk menyelesaian permasalahan jalan tol tersebut dan menyamakan persepsi terkait penyelesaiannya," ungkapnya.


Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, proses pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dipercepat. Jalan tol ini ditargetkan selesai pada 2021.

"Kami sudah mendapatkan laporan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR bahwa pengerjaan tol tersebut tengah dipercepat. Kementerian PUPR menyampaikan pada 2021 ini selesai," katanya, belum lama ini.


Menurutnya, pembangunan Jalan Tol Cisumdawumasih mengalami sedikit hambatan dalam pembebasan lahan terutama di seksi VI. Jika pembebasanlahan ini bisa selesai awal 2021, maka proses konstruksi segera dilakukan.

Penyelesaian Tol Cisumdawu, menurut Hery, akan menjadi fasilitas baru bagi Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka. Pasalnya, jalan tol ini akan mengoneksikan arus barang dan orang dari wilayah Bodebekarpur dan Bandung Raya, ditambah sebagian wilayah Jawa Tengah.

"Bandara Kertajati ini kedua terbesar setelah Soekarno-Hatta, ini masih banyak potensi wilayah yang belum terlayani hingga Jawa Tengah, ini pasar," katanya.

Baca Lainnya