Limawaktu.id, Dalam upaya memberikan perlindungan menyeluruh dan berkelanjutan bagi keluarga pekerja Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Acara Soft Launching Nasional ini dipusatkan di Kota Bandung dan diselenggarakan secara serentak di 45 titik di seluruh wilayah Indonesia
Peluncuran program strategis ini diresmikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, serta didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain yang mewakili Wali Kota Bandung
Setiap tahunnya, terdapat ratusan ribu keluarga di Indonesia yang harus kehilangan sosok pekerja sebagai tulang punggung utama mereka, baik akibat kecelakaan kerja maupun karena sakit yang diderita. Kehilangan ini tidak hanya membawa duka mendalam, tetapi juga memicu kekhawatiran besar mengenai kelangsungan hidup serta masa depan ekonomi keluarga yang ditinggalkan.
Sebagai solusi konkret atas tantangan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan jaminan sosial yang tidak hanya terbatas pada pemberian manfaat finansial semata
Melalui program PEKA, jaminan sosial ketenagakerjaan diwujudkan dalam bentuk pendampingan komprehensif agar keluarga pekerja kembali berdaya, menguasai keterampilan baru, dan mampu membangun sumber penghidupan secara mandiri.
Menteri Tenaga Kerja Yassierli menjelaskan, Inisiatif pemberdayaan ini juga dirancang selaras dengan Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada mendorong pemerataan ekonomi serta menyukseskan program pengentasan kemiskinan di Indonesia
Dia mengapresiasi yang sangat tinggi terhadap terobosan BPJS Ketenagakerjaan ini. Program PEKA membuktikan komitmen nyata bahwa negara hadir mendampingi para ahli waris agar santunan yang mereka terima dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat jangka panjang
."Idenya luar biasa. Menurut saya, ini harus kita apresiasi. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tapi juga mengawal bagaimana uang atau santunan itu bisa bermanfaat secara berlanjut, terus-menerus. Karena memang kemandirian ini menjadi kunci," ujar Yassierli, Kamis, 19 Agutus 2026.
Yassierli menilai program PEKA memiliki potensi besar untuk melahirkan tenaga kerja mandiri dan wirausaha baru. Kementerian Ketenagakerjaan pun berkomitmen penuh untuk bersinergi dalam memberikan pendampingan yang diperlukan agar para penerima manfaat mampu mengembangkan unit usaha mereka secara berkelanjutan
. "Kita berharap bisa menumbuhkan tenaga kerja mandiri baru, wirausaha baru yang akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita. Ujungnya tentu kita berharap tidak hanya wirausaha baru, tapi juga nanti menciptakan lapangan kerja baru," tambah Yassierli
Yassierli berharap PEKA dapat menjadi harapan baru bagi penerima manfaat dan ahli waris untuk membangun kemandirian sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menjelaskan bahwa program PEKA lahir dari kepedulian mendalam terhadap keberlanjutan masa depan para ahli waris dan pekerja
Pihaknya ingin memastikan bahwa dana santunan yang diterima tidak habis untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek, melainkan menjadi fondasi kokoh untuk kemandirian ekonomi
"Kami melihat bagaimana manfaat yang diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif. Karena itu, melalui PEKA kami ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri," tegas Saiful
Saiful menekankan bahwa indikator keberhasilan program PEKA tidak hanya diukur dari banyaknya jumlah pelatihan atau peserta yang terlibat, melainkan dari keberhasilan nyata para penerima manfaat dalam menghasilkan pendapatan secara mandiri dan kembali produktif
Saiful menyebutkan, pada tahap awal peluncurannya, program PEKA diikuti secara serentak oleh 1.426 penerima manfaat di 45 titik di seluruh Indonesia. Jenis pelatihan dan pendampingan yang diberikan pun disesuaikan secara spesifik dengan potensi ekonomi di masing-masing daerah
Beberapa program pemberdayaan yang dilaksanakan meliputi peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital (digital marketing)/pembuat konten (content creator), kuliner/tata boga, kerajinan tangan (handycraft), florist, barista, jasa laundry, tata rias (make up), keterampilan menjahit, wirausaha reseller, serta berbagai pelatihan usaha potensial lainnya sesuai potensi daerah
Guna memastikan efektivitas program, BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia usaha, sektor perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas lokal, serta berbagai mitra strategis lainnya
"Harapannya kegiatan ini benar-benar menjadi kegiatan bersama. Karena itu kami berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan ekosistem lainnya untuk bersama-sama memberdayakan ekonomi dan kemandirian para penerima manfaat. Bahkan, kita berharap nantinya mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru," pungkas Saiful