Calon Peserta CPNS saat mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)
Calon Peserta CPNS saat mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) [Foto Istimewa]
News

1 Peserta CPNS di Cimahi Gugur Sebelum Diumumkan, ini Sebabnya!

Cimahi - Tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Cimahi telah dilaksanakan. Penentuan yang lolos menjadi abdi negara itu akan diumumkan akhir Oktober mendatang.

Kepala Bidang Pengadaan, Pembinaan, dan Pendidikan Pelatihan pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Cimahi, Isnendi mengatakan, seharusnya ada 286 pelamar yang dijadwalkan mengikuti tahapan SKB.

"Tapi ada 1 orang yang tidak hadir. Sudah dihubungi sama panitia, informasinya ada keperluan lain," terang Isnendi, Kamis (1/10/2020).

Sebelumnya, tahapan SKB sudah dilaksanakan mulai 3 September untuk 1 peserta di Kantor UPT Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Batam. Kemudian ada 3 peserta yang mengikuti seleksi di BKN Pusat, 1 peserta di Konsulat Jenderal RI Johor Bahru Malayasia.

Sementara sisanya mayoritas dilaksanakan di Kantor Regional 3 BKN, Kota Bandung pada 29-30 September dengan menggunakan protokol Covid-19. Bagi peserta yang tidak hadir dalam tahapan SKB, otomatis peluang menjadi PNS pupus.

"Kalau yang tidak hadir, otomatis gugur," tegas Isnendi.

Kasubid Pengadaan dan Mutasi Pegawai pada BKPSDMD Kota Cimahi, Jamaludin menambahkan, untuk menentukan peserta yang lolos CPNS formasi tahun 2019, Panitia Seleksi Daerah (Panselda) dan Painitia Seleksi Nasional (Panselnas) akan mengintegrasikan skor SKB dengan skor Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

"Jadi yang lolos seleksi CPNS itu yang memiliki nilai tertinggi dari hasil integrasi SKD dengan SKB," jelasnya.

Rencananya, hasil dari tahapan akhir menjadi CPNS ini akan diumumkan akhir Oktober mendatang secara online atau virtual. "Akhir Oktober rencananya pengumuman kelulusan," ucapnya.

Untuk formasi CPNS tahun 2019, Kota Cimahi mendapatkan jatah dari BKN sebanyak 99 posisi. Itu terdiri atas 85 posisi tenaga kependidikan (guru), 10 posisi tenaga kesehatan, dan 4 posisi tenaga teknis lainnya. Namun saat pendaftaran, formasi Dokter Spesialis Paru nihil pendaftar. 

Baca Lainnya

Topik Populer