Rabu, 27 Maret 2019 16:02

Wisata Domba Citos: Dua Tahun Berdiri, Dua Tahun Mati Suri

Reporter : Fery Bangkit 
Kampung Wisata Torobosan
Kampung Wisata Torobosan [ferybangkit]

Limawaktu.id - Dua tahun lalu, Kampung Wisata Cimahi Torobosan (Citos) di RT 02/12 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi jadi favorit adu ketangkasan domba dari berbagai daerah.

Lokasi yang masuk Kawasan Bandung Utara (KBU) itupun kerap ramai didatangi warga lokal maupun luar Kota Cimahi. Selain hanya untuk sekedar melihat kontes maupun adu domba, Kampung Wisata Torobosan juga dijadikan arena wisata. Sebab, panorama alam yang disajikan di sana cukup indah untuk ukuran di wilayah perkotaan seperti di Cimahi. 

Sayangnya, Kampung Wisata Citos sekarang hanya tinggal cerita. Sebab, sejak tahun 2017, tempat itu tak lagi dikelola dan dibiarkan terbengkalai. Penyebabnya, minimnya pengunjung dan pecinta domba yang datang ke sana. Khususnya ditahun 2017.

Berdasarkan pantauan, Rabu (27/3/2019), jalan menuju Kampung Wisata Citos pun sudah dipenuhi rumput. Sehari-harinya pun hanya digunakan oleh petani setempat untuk menuju kebun.

Saat di lokasi, nampak rumput sudah memenuhi area adu domba dan sekitarnya. Beberapa saung yang digunakan pedagang untuk berjualan pun sudah rata dengan tanah. 

Bahkan, papan nama yang bertuliskan 'Kampung Wisata Torobosan' juga sudah terhapus. Di sana, yang tersisa hanya area untuk menonton, gazebo dan toliet. Itupun sudah terlihat lapuk dan rapuh.

Ketua Harian Kampung Wisata Citos, Yuyu Yusiati menuturkan, Kampung Wisata Torobosan mulai aktif tahun 2015, yang digarap oleh masyarakat Kota Cimahi. Dulunya, tempat itu kerap ramai didatangi pengunjung, baik hanya sekedar menyaksikan adu domba maupun sekedar berwisata

"Dulu, paling rame itu kalau Sabtu dan Minggu. Tapi, hanya sampai tahun 2017. 2018 itu udah gak ada kegiatan," kata Yuyu. 

Geliat di Kampung Wisata Citos pun sempat membuat perekonomian warga terbantu. Sebab, di sana sempat dibangun warung-warung yang dikelola oleh warga.

"Saya juga kan bikin 'sasaungan' buat jualan. Udah 4 (empat) kali malah bikinnya," ujar ibu 60 tahun itu.

Tanda-tanda akan vakumnya Kampung Wisata Citos terlihat ditahun 2017. Penyebabnya adalah minimnya anggaran dari kelompok, khususnya Ketua Kampung Wisata Citos, yang bernama Yusuf. Menurut Yuyu, dalam sekali event domba itu, biaya yang dikeluarkan tak sedikit.

"Ini kan pakai biaya dari ketua. Belum ada bantuan dari pemerintah," ucapnya.

Agar wisatanya tak sampai bangkrut, pengelolan pun sempat berinovasi. Seperti mengadakan pasar, tempat hiburan dan warung lesehan semacam di Punclut di wilayah Bandung. "Pas bulan puasa, berhenti dulu. Eh, malah berhentinya sampai sekarang," tuturnya.

Sekarang, lanjut Yuyu, masyarakat berharap geliat wisata di Kampung Citos bisa dihidupkan lagi. Menurut informasi, kata dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal memberikan bantuan. Bahkan, sudah ada petugas yang menyurvey lokasi.

"Maunya masyarakat dihidupkan lagi, jadi objek wisata. Ada tempat foto-foto, kolam renang, tempat hiburan seperti korsel," tandasnya.

Baca Lainnya