Jumat, 31 Mei 2019 15:07

Rusuh di Jakarta, Kunjungan Turis ke Wilayah Bandung Turun Drastis

Reporter : Fery Bangkit 
Wisata Floating Market Lembang
Wisata Floating Market Lembang [net]

Limawaktu.id - Kericuhan yang terjadi di DKI Jakarta pada 21-22 Mei lalu ternyata memberikan dampak hebat bagi pariwisata di wilayah Bandung. Seperti Lembang, Bandung Barat. 

Sebab, akibat dari kerusuhan itu, jumlah turis asing yang berkunjung ke wilayah Bandung mengalami penurunan yang cukup drastis. Mencapai sekitar 60 persen.

Hal ini diungkapkan Ketua Ikatan Pengemudi Pariwisata Bandung (IP2B), Marshalino, kemarin. Ia menyebutkan, organisasi pariwisata yang bergerak di bidang transportasi, IP2B menyebut ada penurunan kunjungan wisatawan asing ke Bandung hingga 60 persen akibat kerusuhan itu.

"Terasa banget dampaknya, soalnya pasca kejadian, ada travel warning dari pemerintah turis setempat. Mereka melarang warganya masuk ke Indonesia karena adanya kerusuhan di Jakarta," kata Marshalino.

Untuk memulihkan kondisi ini, IP2B sudah memberikan pengertian kepada para turis asing bahwa lokasi kerusuhan berada di Jakarta, bukan di Bandung.

"Kita hanya tunggu kondisi membaik, sambil terus menyampaikan imbauan kepada tamu, kalau Bandung itu tidak ada masalah, masih aman. Kerusuhan itu adanya di Jakarta," jelasnya.

Menurutnya, kondisi pariwisata khususnya jasa transportasi turis di saat bulan puasa sangat sepi. Bahkan akibat kerusuhan di Jakarta, jasa transportasi turis lebih sepi dibanding tahun lalu.

"Tahun sebelumnya, seminggu sekali masih ada tamu, tapi kali ini sudah seminggu enggak ada tamu. Mungkin, di bulan puasa ini paling kita hanya melayani 1-2 grup saja," tuturnya.

Dia menerangkan, para turis yang terlanjur datang adalah mereka yang sudah booking dan beli tiket pesawat dari sebulan sebelum kerusuhan.

"Yang baru-baru, turis Singapura, Cina dan Malaysia, mereka mau datang biasanya sebelum booking. Tapi sekarang enggak ada yang seperti itu," ujarnya.

Pihaknya berharap kondisi keamanan di seluruh wilayah berangsur kondusif agar kunjungan turis asing kembali bergeliat. "Mudah-mudahan sehabis lebaran atau pertengahan Juni sudah normal lagi. Karena mulai tanggal 20 Juni kita sudah ada booking lagi," ungkapnya.

Lebih jauh, dia menerangkan, selama ini IP2B lebih sering melayani transportasi turis asing dari negara-negara di wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah. Namun, di saat musim libur lebaran seperti sekarang, IP2B memanfaatkan tamu dari wisatawan lokal seperti dari daerah Semarang dan Medan.

"Anggota IP2B berjumlah sekitar 700 orang yang tersebar di beberapa daerah di Jabar seperti Puncak, Bandung Barat dan Kota Bandung," tandasnya.

Baca Lainnya