Senin, 1 Januari 2018 17:32

Perjuangan Pedagang Mengais Rezeki di Curug Layung

Reporter : Fery Bangkit 
Warung milik Nurhalimah di objek wisata Curug Layung, Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat
Warung milik Nurhalimah di objek wisata Curug Layung, Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat [limawaktu]

Limawaktu.id, – Berkembangnya objek wisata Curug Layung di Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat membawa berkah bagi sejumlah pedagang.

Kini, nampak dari area pintu masuk hingga titik puncak objek wisata terdapat warung. Mereka menjajakan jajanan seperti kopi, mie rebus, gorengan dan lain-lain.

Namun, ternyata tak mudah bagi mereka berdagang di sana. Buka tutup warung sempat dialami para pedagang.

Nurhalimah (23) salah satu pedagang menuturkan, sejak objek wisata Curug Layung dikomersilkan tahun 2000-an, hanya ada satu warung yang berjualan.

“Tahun 2008 ditutup,” katanya, saat ditemui di area wisata Curug Layung, Senin (1/1/2018)

Warung milik Nurhalimah sendiri menjadi warung satu-satunya yang memiliki letak strategis. Sebab, letaknya berada tepat di dekat titik puncak Curug Layung.

Kemudian, tahun 2010 sempat dibuka lagi warung. Menurut Nurhalimah, ada sekitar 15 warung yang berdiri saat itu.

Namun, tiga tahun kemudian, sejak pengelolan objek wisata pindah tangan, warung kembali ditutup. “Januari 2013, semua warung dirobohkan,” beber Nurhalimah.

Selanjutnya, hampir setahun berjalan, Nurhalimah mencoba meminta kepada pihak pengelola agar diperbolehkan kembali berjualan di sekitar objek wisata Curug Layung.

“Tahun 2014 saya minta izin ke Perhutani, kemudian dapet lampu hijau,” ucapnya.

Dengan modal Rp300.000, ia mulai berjualan kembali. “Makin ke sini, modal nambah,” tuturnya.

Ia tak setiap hari berjualan di sana. Sebab, keramaian pengunjung hanya terjadi saat akhir pekan tiba. Keuntungan yang ia dapat pun tak selalu sama.

“Kalau Sabtu itu kadang dapet Rp 300 ribu, Minggu paling kecil Rp 600 ribu. Tapi itu masih kotor,” bebernya.

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Sae

2 Januari 2018 4:23 Balas