Selasa, 12 Juni 2018 16:02

Okupansi Hotel di Lembang, KBB Terjun Bebas Sejak Tiga Tahun Terakhir

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Tingkat okupansi hotel dan penginapan di lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami penurunan drastis dalam tiga tahun terakhir. Penurunan mencapai 50%.

Menurut Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) KBB, Samuel Setiadi mengatakan, menurunnya okupansi hotel dan penginapan dikarenakan terus bertambahnya hotel dan penginapan. Akibatnya, para pebisnis mulai mulai jenuh.

Di wilayah Lembang tercatat ada 50 hotel besar dan terkecil belum termasuk penginapan. Secara keseluruhan total penginapan di wilayah Bandung Raya tercatat ada kurang lebih 10.000. Itulah yang membuat akhirnya okupansi hotel menjadi rendah dalam beberapa tahun terakhir.

"Ya, ini (bisnis hotel) di Lembang sudah jenuh. Kondisinya terjadi lebih dari tiga tahun ke belakang, makanya banyak yang kosong apalagi bulan puasa seperti ini," kata Samuel.

Selain jumlah penginapan yang terlalu banyak, permasalahan lainnya adalah soal kemacetan lalu lintas di wilayah Lembang. Setiap libur panjang kawasan Lembang sudah pasti macet, itu juga mempengaruhi wisatawan untuk datang dan menginap. Sehingga kadang ada okupansi hotel yang tidak lebih dari 50% akibat tamu membatalkan untuk menginap.

Pihaknya khawatir ketika persoalan kemacetan ini tidak segera dicarikan solusinya, maka bisnis hotel di Lembang lambat laun akan di tinggalkan oleh pelanggannya. Ketika selama puasa sepi pengunjung, pengusaha hotel berharap pada libur lebaran hotel akan terisi penuh. Tapi, itu pun tergantung dengan kondisi lalu lintas di Lembang mendukung atau tidak.

"Kalau macet parah, itu akan menjadi masalah karena biasanya tamu membatalkan reservasinya. Strateginya mereka datang on the spot, ketika lelah mereka cari hotel terdekat," kata owner dari Hotel Bumi Makmur Lembang ini.

General Manager Terminal Wisata Grafika Cikole, Sapto Wahyudi mengakui jika saat ini reservasi penginapan di tempatnya masih kurang dari 30%. Pihaknya memprediksi mulai H+1 lebaran pengunjung mulai ramai meskipun untuk meraih okupansi 100% sangat berat.

"Aspek infrastruktur jalan dan kemacetan mempengaruhi selera pasar. Kalau Lembang terus-terusan macet yang datang juga pasti berpikir dua kali," imbuhnya.

Baca Lainnya