Sabtu, 29 Desember 2018 18:39

Ngopi dan Lulur 'Sawarga' Lembang yang Diburu Pelancong Luar Negeri 

Reporter : Fery Bangkit 
Sujud Pribadi, Owner Kopi Luwak Sawarga.
Sujud Pribadi, Owner Kopi Luwak Sawarga. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - "kopi luwak yang bagus itu kopi liar," ujar Sujud Pribadi, Owner Kopi Luwak Sawarga saat mengawali perbincangan seputar usahanya, Sabtu (29/12/2018).

Ditemui di caffe and resto Sawarga, Jalan Raya Tangkuban Perahu, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sujud menceritakan seputar usaha produksi biji kopi luwak yang berasal musang liar hingga diburu penikmat kopi dari berbagai negara.

Saat itu, Sujud melihat potensi penanaman kopi di kaki Gunung Tangkuban Perahu yang cukup melimpah. Namun, potensi itu belum tergarap maksimal sebab belum banyak masyarakat sekitar yang bisa memasarkan produk kopi luwak liar.

Lalu, ia mencoba untuk mengembangkan biji kopi luwak liar ini menjadi sebuah rumah produksi. Dimana, 'kotoran' biji musang diolah menjadi kopi luwak. Hasilnya, luar biasa. Kopi luwak liar produksinya semakin dinikmati oleh konsumen, baik lokal maupun luar negeri. 

"Jadi tamu yang datang ke sini mendapatkan edukasi bagaimana membuat kopi luwak ini dari awal sampai akhir," kata Sujud.

Produksi kopi luwak liar miliknya pun selalu didatangi. Terutama pelancong dari luar negeri. Setiap harinya, kata dia, selalu saja ada pelancong dari luar negeri, khususnya dari Malayasia dan Singapura. Selain tentunya menikmati luwak kopinya, mereka juga penasaran dengan cara produksinya. Mereka mendapatkan kenikmatan luwak kopi liar yang luar biasa.

"Pengunjung yang datang hampir dari seluruh luar negeri untuk tahu bagaimana membuat kopi," terang Sujud.

"Setelah mereka tau tentang proses kopi luwak ini kaget, karena yang mereka dengar kopi luak dibuat dari kotoran," tambah Sujud.

Semua kenikmatan yang didapatkan dari mulai minum hingga belajar membuat kopi itu hanya cukup merogoh kocek Rp 65 ribu. Kemudian jika ingin mendapatkan biji kopi jantan harus mengeluarkan 'duit' Rp 125 ribu. Ada juga servis tambahan gratis yang ditawarkan, yakni lulur kopi.

"Secangkir kopi dapat gratis lulur. Bagus untuk kulit jadi halus," tandasnya.

Sekedar informasi, kunci kenikmatan kopi luwak terdapat pada pandan yang memilih sendiri biji kopi terbaik yang akan dimakannya. Setelah biji kopi masuk ke perut, maka ada proses fermentasi yang mengubah citarasa dan aroma biji kopi karena pengaruh makanan (buah dan daging) luwak pandan. Hal tersebut memungkinkan karena biji kopi bersifat higroskopi atau menyerap molekul air dari lingkungannya.

Baca Lainnya