Sabtu, 11 Mei 2019 11:15

Nanti, Tiket Naik Sakoci Bisa Pakai Sampah Anorganik

Reporter : Fery Bangkit 
Bus Wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci)
Bus Wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) [ferybangkit]

Limawaktu.id - Pemerintah Kota Cimahi kini tengah mewacanakan pembayaran tiket bus wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) menggunakan sampah anorganik. Wacana itu muncul berdasarkan hasil evaluasi.

Ada sejumlah instansi yang dilibatkan untuk menggarap inovasi bayar tiket Sakoci pakai sampah itu. Seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan dan Organda Kota Cimahi.

Baca Juga : Sakoci Mulai Mengaspal, Cek Rute Jadwal Hingga Harga Tiketnya!

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Mochamad Ronny menjelaskan, dalam evaluasi itu dibahas seputar tarif Sakoci hingga hingga penguraian sampah. Dari situ, munculah ide bersama menukar sampah anorganik dengan tiket Sakoci.

"Ini masih pembahasan internal. Kalau dari kita, yang dilibatkan itu Bank Samici," kata Ronny saat dihubungi via sambungan telepon, Sabtu (11/5/201).

Baca Juga : Sepi Peminat, Bus Wisata Sakoci Hanya Keliling Satu Rit

Dari sisi pihaknya melalui Bank Samici, kata Ronny, rencana penurakan sampah anorganik dengan tiket Sakoci akan sangat membantu terhadap penguraian sampah di Kota Cimahi. Sebab, kata dia, diharapkan masyarakat termasuk kaum milenial bisa semakin termotivasi untuk menabung sampah di unit Bank Samici.

"Ini konsepnya lebih ke wisata plus pengurangan sampah," ucapnya.

Baca Juga : Hanya Sekedar Lewat, Tarif Sakoci Dinilai Kemahalan

Dikatakannya, sejauh ini belum ada aturan detail mengenai mekanisme konversi sampah anorganik menjadi tiket Sakoci. Tapi dari hasil pembahasan sementara ini, hampir dipastikan semua unit Bank Samici di Kota Cimahi akan dibuka tabungan sampah untuk dikonversi jadi tiket sampah.

"Unit bank Bank Samici ada 221, yang aktif sekitar 75 persen. Itu tersebar, ada di RW, sekolah dan perkantoran," terangnya.

Baca Juga : Maaf! Hari ini Sakoci Libur, Kabarnya Dipakai Jokowi

Besaran nominal konversi sampah jadi nilai rupiahnya pun kemungkinan akan mengikuti teknis menabung sampah yang sudah berjalan selama ini. Ronny mencontohkan, misalnya sampah botol kemasan sebanyak 1 kilogram botol kemasan dihargai Rp 4 ribu.

"Sekarang kan harga tiket Sakoci Rp 15 ribu untuk pelajar dan Rp 20 ribu untuk dewasa. Artinya kalau mau dikonversi jadi tiket, minimal harus menabung sampah itu minimal 5 kilogram sampah anorganik seperti plastik, kertas dan sebagainya," jelasnya.

Untuk realisasinya, lanjut Ronny, pihaknya belum bisa memastikan kapan. Sebab, harus ada Momerendum of Understanding (MoU) dengan pihak terkait. Tapi ia berharap konversi sampah anorganik menjadi tiket Sakoci ini bisa secepatnya diterapkan.

"Mudah-mudahan setelah lebaran bisa direalisasikan," tandasnya.

Baca Lainnya