Senin, 8 April 2019 15:48

Malah Identik Hal Mistis, Warga Minta 'Berglust' Dihidupkan Kembali

Reporter : Fery Bangkit 
Kondisi kolam renang berkleus saat ini.
Kondisi kolam renang berkleus saat ini. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Warga RT 01/04 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi menginginkan wisata Berglust atau berkleus dihidupkan kembali.

Untuk itu, warga mendesak pihak yang berkepentingan untuk memperjelas status lahan destinasi wisata bersejarah itu. Sebab, kepemilikan lahan wisata yang beralamat di Jalan Sukimun itu hingga kini masih jadi perdebatan.

"Kalau keinginan iya dihidupkan lagi. Silahkan yang berkepentingan, Polres, pemerintah kota (untuk) peduli. Sayang ini aset yang luar biasa untuk Cimahi," ujar Asep Nugraha (41), salah seorang tokoh setempat saat ditemui di Berglust, Senin (8/4/2019).

Berglust sempat menjadi destinasi wisata favorit pada era 1990-an. Di sana, terdapat beberapa spot wisata yang cukup menarik, di antaranya kolam renang dan beberapa jenis satwa seperti buaya, ular, rusa dan jenis satwa lainnya. Di sana juga dulunya terdapat penginapan.

Sebagian temboknya terlihat banyak yang sudah mengelupas

Pemiliknya adalah warga negara Belanda bernama Van Berglust atau Berkleus, kemudian pengelolaannya dipindahtangankan kepada kepolisian. Namun, tahun 1998 wisata bersejarah itu mulai meredup, sebelum akhirnya benar-benar tutup tahun 2000-an.

Sejak tutup, tak ada lagi yang mengelolanya apalagi mengurusnya. Sejumlah fasilitasnya seperti kolam renang dan spot lainnya sudah tampak mengkhawatirkan, karena sudah berkarat dan kondisi temboknya sebagian terlihat banyak yang sudah mengelupas. Lebih parahnya lagi, tempat itu malah kerap dijadikan tempat mistis. Seperti yang dilakukan salah satu akun youtube jurnalrisa.

"Kondisinya sekarang, rusak tapi tidak hancur masih bisa dibangun, dibangkitkan kembali." kata Asep.

Agar tak terlihat terbengkalai, lanjut Asep, warga sekitar pun mulai membersihkan area wisata Berglust. Bersih-bersih itu dilakukan satu minggu sekali.

"Kalau dibiarkan begini saja, warga jadi sedih," ucapnya.

Kondisi kolam renang berkleus tak terawat ditumbuhi rumput liat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan, kolam renang Berkleus tersebut tanahnya memiliki luas 2.000 meter persegi. Namun karena statusnya tidak jelas, pihaknya akan melakukan penelusuran.

"Status tanahnya akan kita telusuri siapa pemiliknya, karena kolam renang itu bersejarah peninggalan Kolonial Belanda," ujarnya.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan Kolam Renang Berkleus nantinya bisa dikelola oleh Pemerintah Kota Cimahi, tetapi dengan syarat status tanahnya jelas dan ada sertifikatnya.

"Kalau diizinkan dan tidak menyalahi aturan kenapa tidak (dikelola Pemkot), karena nantinya untuk masyarakat Kota Cimahi juga," tegasnya.

Tugu yang berada di area wisata berkleus

Ia mengatakan, apabila kolam renang tersebut sudah bisa dikelola Pemkot Cimahi, nantinya akan dilakukan penataan ulang agar bisa digunakan tempat latihan berenang bagi anak muda atau pelajar di Kota Cimahi.

Selain itu, kata Ngatiyana, sejumlah bangunannya bisa dijadikan tempat berlatih kesenian, seperti seni musik khas Sunda yakni jaipongan, Calung ataupun kesenian Wayang Golek.

"Tapi untuk sekarang saya belum tahu persis statusnya milik siapa karena itu adalah dendum, peninggalan Belanda, jadi suratnya belum ada," tandasnya.

Baca Lainnya