Sabtu, 14 Oktober 2017 12:32

Kopi Kabupaten Bandung Menuju Pasar Luar Negeri

Bupati Bandung H Dadang M Naser (kiri) didampingi Kepala Dinas Pertanian Tisna Umaran (kanan) memperlihatkan kopi terbaik asal kabupaten Bandung di acara Bandung Coffee  Festival.
Bupati Bandung H Dadang M Naser (kiri) didampingi Kepala Dinas Pertanian Tisna Umaran (kanan) memperlihatkan kopi terbaik asal kabupaten Bandung di acara Bandung Coffee Festival. [Foto: lie]

Limawaktu.id, - Peringatan Hari Kopi Internasional yang jatuh pada 1 Oktober 2017 diperingati di kota Bandung dengan kegiatan festival. Acara yang digelar di Festival CItylink, Jalan Peta, Kota Bandung tanggal 13 – 15 Oktober 2017. Pemerintah Kabupaten Bandung diyakini menjadi salah satu pengekspor kopi terbesar di dunia.

Hal itu terungkap dalam peringatan 1st International Bandung coffee Festival yang berlangsung di Festival Citylink itu. Bupati Bandung, H Dadang M. Naser yang hadir dalam acara itu mengatakan secara kualitas kopi asal Kabupaten Bandung harus menjadi yang terbaik. Karena selama ini kopi Kabupaten Bandung sudah memenuhi standar dan terbilang bagus.

“Saya yakini ini menjadi moment terbaik bagi kegiatan peringatan kopi internasional. Kualitas kopi Kabupaten Bandung, sudah bagus. Kita tinggal meningkatkan kuantitas,”kata Dadang menjawab pertanyaan wartawan, Sabtu (14/10).

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini berharap produk kopi asal Kabupaten Bandung bisa di ekspor secepatnya. Kualitas kopi Kabupaten Bandung menjadi sorotan juga.

“Sekarang kita sudah meningkatkannya misalnya dari kopi barista ke kopi master,” terangnya.

Dalam acara tersebut, sejumlah komunitas para penggiat kopi hadir meramikan suasana festival. Seperti komunitas kopi Kiwari, Palasari, Wanoja, Gunung Tilu, Manglayang, Kadatuan, Gunung Puntang. Belum lagi penggiat kopi Gunung Wayang, dan banyak lagi penggiat lainnya. Selain itu tamu yang juga penikmat kopi datang dari Korea Selatan dan Australia. Kehadiran kedua negara sister city ini untuk melihat aktifitas penggiat kopi di kota Bandung khususnya dan Jabar umumnya.

“Kopi kita ini harus betul-betul dijaga agar tidak banyak keluar. Seluruh minimarket dan supermarket harus mengakomodir jajakan atau stan kopi Bandung dengan kemasan yang menarik para penikmatnya. Kita lihat saja mereka yang antusias datang kesini juga dari luar negeri. Katanya ada dari Korea dan Australia. Kita turut bangga juga atas kehadiarannya disini. Karena ini bisa menjadi nilai jual bagi penggiat kopi kabupaten Bandung untuk memasarkannya ke luar negeri di festival kopi ini,” tutupnya.

Dia menegaskan dalam acara “Bandung Coffee Festival” tahun lalu, kepercayaan para buyers luar negeri terhadap kopi asal Kabupaten Bandung, semakin menguat. Hal ini dikarenakan kualitas kopi yang dihasilkan Kabupaten Bandung telah mampu meraih penghargaan terbaik pada festival kopi internasional yang berlangsung di Bangkok Thailand beberapa waktu lalu. Sedikitnya lima penghargaan terbaik diraih Petani Kopi Kabupaten Bandung. (lie)*

Baca Lainnya