Sabtu, 27 April 2019 12:15

Invitasi Olahraga Tradisional Cimahi 2019, Murah Meriah dan Gembira

Reporter : Fery Bangkit 
Lomba tarompah panjang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi ke-18 di Lapangan Pusdikhub, Jalan Gatoto Subroto, Kota Cimahi Minggu (27/4/2019) pagi.
Lomba tarompah panjang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi ke-18 di Lapangan Pusdikhub, Jalan Gatoto Subroto, Kota Cimahi Minggu (27/4/2019) pagi. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Keberadaan olahraga tradisional saat ini sudah jarang dimainkan, seperti tergerus oleh budaya modern. Padahal, olahraga tradisional seperti Hadang, Tarompah Panjang, Dagongan, Egrang dan Sumpitan memiliki nilai budaya yang sangat tinggi.

Agar olahraga tradisional itu tidak semakin tenggelam, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi bakal getol melestarikan olahraga tersebut.

Lomba Sumpitan.

Seperti yang tersaji Minggu (27/4/2019) pagi di Lapangan Pusdikhub, Jalan Gatoto Subroto, Kota Cimahi. Beberapa jenis olahraga itu diperlombakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi ke-18.

Lomba bertajuk 'Invitasi Olahraga Tradisional Tahun 2019' itu diikuti siswa Sekolah Dasar (SD). Totalnya ada 24 Gugus, dengan 381 peserta yang ikut serta dalam olahraga tradisional itu.

Lomba Egrang

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengatakan, keikutsertaan para siswa dalam Invitasi Olahraga Tradisional ini merupakan salah satu upaya dalam melestarikan budaya. Terlebih lagi, kata dia, olahraga tradisional ini sekarang sangat langka dimainkan generasi muda.

"Anak-anak sekarang itu lebih tau teknologi daripada olahraga tradisional. Iya kita harapkan warisan budaya ini lebih dicintai dan diketahui anak-anak," katanya.

Dikatakan Ajay, olahraga seperti ini juga diyakini akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk-anak anak. Selain menyehatkan, kata dia, olahraga tradisional seperti egrang juga sangat menggembirakan.

Lomba Tarompah Panjang

"Alat-alatnya kan tidak mahal. Olahraga tradisional ini lebih menggembirakan," tuturnya.

Ajay melanjutkan, Disbudparpora Kota Cimahi bersama Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Cimahi bakal terus mengembangkan olahraga tradisional ini melalui penyelenggaraan event dan sebagainya. Selain itu, dia juga berharap olahraga tradisional dimasukan dalam kurikulum pembelajaran.

"Saya harapkan begitu (masuk kurikulum). Misal senam pencak silat. Kalau bisa jangan dua semester, empat semester. Akan kami diskusikan," pungkasnya.

Baca Lainnya