Sabtu, 9 Maret 2019 19:27

Hanya Sekedar Lewat, Tarif Sakoci Dinilai Kemahalan

Reporter : Fery Bangkit 
Bus Wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) Resmi Beroperasi Pada Sabtu (9/3/2019).
Bus Wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) Resmi Beroperasi Pada Sabtu (9/3/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Sejumlah warga Kota Cimahi menilai, tarif perjalanan bus wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) terlalu mahal. Apalagi wisatanya hanya sekedar lewat tempat-tempat tertentu saja.

Seperti diketahui, Sakoci resmi beroperasi mulai Sabtu (9/3/2019). Tarfinya sebesar Rp 15 ribu untuk pelajar dan Rp 20 ribu untuk umum. Harga itu untuk satu trip.

Baca Juga : Sakoci Mulai Mengaspal, Cek Rute Jadwal Hingga Harga Tiketnya!

Untuk pertama beroperasi, bus wisata hibah dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil itu hanya berjalan satu trip yakni mengantar rombongan dari salah satu TK di Kota Cimahi. Setelah itu, pihak pengelola memutuskan untuk kembali ke garasi karena sepinya penumpang.

"Iya tadi udah naik antar anak-anak. Kalau cuma lewat aja mah kemahalan. Kalo bisa mah Rp 10 ribu buat anak-anak," ujar Eti Kurniawati (40), salah seorang warga yang sudah menaiki Sakoci.

Baca Juga : Sepi Peminat, Bus Wisata Sakoci Hanya Keliling Satu Rit

Dikatakannya, ia merasa senang di Kota Cimahi ada wisata menggunakan Sakoci, seperti Bandros di Kota Bandung. Namun, cukup disayangkan hanya sekedar lewat saja. Contohnya, saat di Penjara Poncol dan Kampung Adat Cireundeu, seharusnya kata Eti, ada kesempatan dulu untuk melihat atau menjajaki.

"Iya tadi lewat aja, cuma diceritain doang. Pas di Cireundeu juga gak sampe bawah, katanya nanjak jalannya," kata Eti.

Puspita (35), warga lainnya pun menuturkan hal serupa. Menurutnya, secara keseluruhan bus wisata ini sangat menyenangkan. Hanya saja, kata dia, jika sekedar lewat tanpa menikmati tempat-tempatnya itu terlalu mahal tarifnya.

"Seneng sekali tapi cuma sebentar. Lebih asyik kalau bisa masuk area wisatanya," katanya.

Ke depan, jika tarifnya tetap tak turun, ia berharap dalam perjalanan wisata menggunakan Sakoci, itu bisa masuk ke tempat-tempat yang jadi tujuan. Bukan hanya lewat saja.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Cimahi, Budi Raharja menjelaskan, untuk bangunan-bangunan bersejarah, itu belum ada izin dari pihak TNI. Jadi, untuk sementara ini wisatanya hanya melewati dan diberi penjelasan sejarah oleh pemandu wisata.

"Kalau sampai masuk de dalam harus ada izin. Dari Kodiklat belum ada izin," katanya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya tengah merencanakan untuk pengajuan izin agar wisata yang dikemas dalam 'Cimahi Military Tourism' itu bisa dinikmati sampai masuk ke dalam tempat-tempat bersejarah seperti Penjara Poncol.

"Kami harus ekspos dulu, ini yang sedang kami siapkan bahannya," ujarnya.

Baca Lainnya