Rabu, 24 April 2019 13:39

Go Internasional, Alat Musik dari Bambu Karya IBC Dikoleksi Jokowi

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id - Memperkenalkan budaya Indonesia di dunia internasional menjadi salah satu bukti nyata dari Indonesia Bamboo Community (IBC).  

Melalui karya alat musik dan aneka kerajinan dari bambu, Adang Muhidin dan kawan-kawan dengan kerja keras yang dilakukannya mampu menunjukan kepada dunia, jika Indonesia memiliki kekayaan yang khas dan unik, sehingga mampu go internasional.

Dirintis sejak 2011, IBC sudah sering menunjukan karyanya di berbagai negara baik di Asia, Eropa ataupun Amerika. Baru-baru ini, selain menggelar perform, IBC juga memamerkan karyanya di Frankurt Jerman, yang merupakan pameran alat musik kedua terbesar didunia setelah Amerika Serikat.

“2011 saya lebih mengenal bamboo dan mulailah membuat alat musik berbahan baku bambu, biola bambu merupakan karya saya yang pertama saat itu,” ungkap Adang Muhidin, Ketua Indonesian Bamboo Community, saat berbincang dengan Limawaktu.id.

Dikatakannya setelah melalui riset yang cukup panjang akhirnya dia memutuskan untuk fokus memproduksi alat musik dan aneka handicraft berbahan dasar bambu. Karya Adang Muhidin pun sudah dilirik konsumen dari berbagai negara, termasuk di Indonesia sendiri. Bahkan, orang nomor satu di Inodnesia Presiden Jokowi tertarik dan membeli drum dari bambu buatan IBC.

“Saya bangga presiden pun sudah membeli karya kami, tetapi harapannya akan lebih banyak lagi masyarakat luas yang tertarik dan membeli karya IBC ini,” harapnya.

Belum lama ini, IBC diundang untuk memamerkan karyanya di sebuah pameran yang digelar di Frankurt Jerman. Diajang pameran kedua terbesar didunia setelah Amerika Serikat ini, pengunjung pameran sangat antusias mengunjungi stan IBC. Mereka kaget ternyata bambu bisa dijadikan bahan untuk membuat alat musik.

“Bamboo Amazing ! begitu para pengunjung bicara setelah melihat karya kami di pameran,” jelasnya.

Selain memamerkan hasil karyanya, IBC juga diberikan kesempatan untuk unjuk gigi dalam memainkan alat musik dari bambu bersama para musisi binaan Purwacaraka. Sebelumnya, IBC juga sempat menggelar konser di Malaysia dan Cekoslovakia. Saat di luar negeri, IBC lebih memilih musik tradisional Indonesia dari berbagai etnis yang ada.

“Selain memamerkan karya dari bambu kami juga mencoba memperkenalkan musik tradisonal yang ada di tanah air,” papar Adang.

Obsesinya, kedepan IBC ingin membuat sebuah konser orchestra yang alat musiknya semua terbuat dari bamboo.

“Mudah-mudahan obsesi kami ini bisa terealisasikan,” pungkasnya.

Baca Lainnya