Selasa, 2 April 2019 11:02

Disbudparpora Kota Cimahi, Seperti Hanya jadi EO untuk Acara Seremonial

Reporter : Fery Bangkit 
Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Budi Raharja
Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Budi Raharja [ferybangkit]

Limawaktu.id - Lahirnya Dinas kebudayaan dalam Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK) Pemkot Cimahi memunculkan harapan baru dalam program kebudayaan di Cimahi.

Kebudayaan menyatu dengan pariwisata, pemuda dan olahraga yang dinamakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu lahir awal 2017.

Sejak menjadi OPD, geliat pun mulai ditunjukan khusus di bidang kebudayaan. Kebanyakan program lebih pada acara seremonial, sementara esensi pembinaannya terlihat minim. Seperti acara konser musik bertajuk 'Balik Heula ka Cimahi' dan Anugerah Seni Budaya.

Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Budi Raharja mengakui, program pada bidang kebudayaan dinilai kurang tepat sejak dua tahun lalu atau saat Disbudparpora lahir. Menurutnya, programnya bukan yang dibutuhkan masyarakat.

"Menurut saya kurang tepat isi kegiatannya, yang dibutuhkan masyarakat bukan itu," kata Budi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Selasa (2/4/2019).

Budi sendiri menjabat sebagai Kepala Disbudparpora sejak akhir 2018. Sebelumnya, OPD itu belum memiliki pimpinan definitif dan hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Sebetulnya, kata dia, tak ada yang salah dengan kegiatan yang telah dilakukan beberapa tahun ke belakang. Hanya saja memang esensinya kurang tepat. Apalagi acara seperti konser. Ia lebih mengharapkan esensi kebudayaan itu seperti gelaran 'Kawin Cai'.

"Tidak salah juga. Tapi lebih bagus seperti 'Kawin Cai', lebih kerasa pembinaannya," ujar Budi.

Untuk program kebudayaan tahun ini pun, lanjut Budi, tak banyak berubah dari tahun sebelumnya. Namun untuk ke depan, kata dia, ia ingin mengubah program kebudayaan agar pembinaannya lebih terasa kepada masyarakat.

"Kesan tahun kemarin mah seperti (hanya seremonial) konser musik. Pelan-pelan harus dirubah," katanya.

Selain soal konsep, hal lain yang dinilai kurang tepat adalah soal sistem. Selama ini, ungkap Budi, Disbudparpora berperan seperti Event Organization (EO) yakni dengan penyelenggara berbagai acara.

Ke depan, kata dia, kebiasaan seperti itu bakal dirubah. Dimana, pihaknya bukan lagi sebagai penyelenggara kegiatan. Tapi yang menjadi penyelenggara adalah para seniman atau budayawan di Kota Cimahi.

Sementara Disbudparpora hanya sebagai pendukung. Misalnya, dengan hanya memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana. Hal itu menurut Budi, merupakan bagian dari pembinaan.

"2020 ingin mengurangi event. Kalau sekarang kan dinas lebih ke (penyelenggara) event. Kita Mundur perlahan, biar seniman (yang) berperan," ucapnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer