Sabtu, 28 Oktober 2017 6:29

Dengan Fermentasi, Kopi Sunda Hejo Terasa Sedikit Manis

 Pengelola Sunda Hejo, memperlihatkan tempat penjemuran kopi.
Pengelola Sunda Hejo, memperlihatkan tempat penjemuran kopi. [limawaktu]

Limawaktu.id, - Sunda Hejo Cofee Klasik Beans merupakan salah satu kopi asal Sunda, Jawa Barat yang kini ditanam oleh paguyuban tani wilayah pegunungan di daerah Bandung. Mengelolanyapun dengan cara mengambil buahnya, kemudian difermentasikan dalam waktu 1 malam. Sehingga, menjadikan Kopi dengan rasa yang sedikit manis dan dikenal lebih nikmat, serta memiliki kafeina yang lebih rendah dari biji kopi lain.

Sunda Hejo didirikan pada Januari 2009 lalu, menurut pengelola Sunda Hejo, Deni Glen, awal merintis Sunda Hejo tidak mempunya brand merek dan belum ada lembaga, sehingga diawalai dengan adanya komunitas kecil dan berjalan apa adanya. Namun karena kegigihan timnya, sehingga Coffee Sunda Hejo mulai terkenal ke mancanegara.

"Awal merintis kita belum tau potensinya, dalam artian produktivitas dan kwalitasnya di Jawa Barat ini seperti apa, makanya kita tahap proses pemelejaran dari tahun 2009 hingga tahun 2011. Setelah tahu ternyata banyak modul prosesing untuk membuat kopi berkwalitas. Selain cek aspek kwalitas kita pun melakukan pengecekan aspek kesehatannya,"kata Glen saat ditemui di Shelter yang berada di Kawasan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jumat (27/10).

Selain itu, kata Deni Glen yang akrab dengan sapaan Glen, berdirinya Sunda Hejo, bisa menciptakan lapangan kerja bagi para mengangguran yang ada di Indonesia khususnya yang ada di Jawa Barat ini. Pasalnya, ucap Glen, dengan mengelola kopi, pihaknya harus melibatkan banyak orang, diawal dengan petani kopi, hingga pengelolaannya.

"Hal ini menjadi dasar dari awal kita harus melibatkan banyak orang, supaya bisa terlibat dalam memberdayakan teman-teman yang tidak bekerja, ditahun 2011 mempekerjakan hanya lima orang yang permanen, saat ini sudah ada 300 orang yang bekerja secara permanen di Sunda Hejo, sehingga ke 300 orang ini disebar ke seluruh Indonesia," ungkapnya.

Dia pun mengaku, Sunda Hejo dibangung dengan secara bertahap, dari dimulai memiliki satu Shelter di wilayah Pangauban Pacet, numun, katanya, hingga saat ini Sunda Hejo memiliki 17 Shelter di berbagai wilayah Indonesia yang berpotensi menghasilkan Kopi, diantaranya di Bali, Sulawesi, Jawa barat dan wilayah lainnya.

"Membuat shelter sebanyak 17 ini tidak mudah, karena kita harus meranjak dari kecil menyesuaikan kemampuan produksi, penyesuaian dengan kapasitan pinansial, supaya seimbang dan berkesinambungan. Oleh karena itu, salah satu prinsif dasar operasional kita yaitu keseimbangan harus di perhatikan. Baik keseimbangan di hulu maupun dihilir," ucapnya.

Saat ini, ucap Glen, Sunda Hejo telah berhasil diekspor sebanyak 100 hingga 200 ton biji kopi ke San Fransisco, Amerika Serikat setiap bulannya. Dan kini pengiriman kopi dari Sunda Hejo mulai merambah untuk di ekspor ke wilayah Eropa. Saya tidak terbayang akan menjadi seperti ini," paparnya. (lie)