Senin, 8 Februari 2021 16:31

Cerita Tan Deseng, Keturunan China yang Menjaga Aset Kebudayaan Sunda

Reporter : Saiful Huda Ems (SHE)
Anggota DPR RI asal Fraksi Partai Golkar Dedi Mulyadi sedang menikmati petikan kecapi Tan Deseng
Anggota DPR RI asal Fraksi Partai Golkar Dedi Mulyadi sedang menikmati petikan kecapi Tan Deseng [DediMulyadi instagram]

Limawaktu.id,- Namanya Tan Deseng. Usianya kini mencapai 80 tahun. Akan tetapi semangat hidupnya masih sangat tinggi untuk menjaga seluruh aset perjalanan kebudayaan Sunda. Ucapannya sangat berapi-api dengan mengatakan “Saya keturunan Cina, akan tetapi saya orang Sunda”.

Dia katakan, ketika kakinya menginjak tanah Sunda maka dirinya memiliki hutang budi kepada Sunda, karena Sunda merupakan tempat dia lahir dan dibesarkan.
Karena itu, dia merasa harus berbuat kebaikan bagi kebudayaan Sunda dan menjaga seluruh aset peninggalan para seniman yang masih tersimpan rapi dalam piringan hitam dan pita kaset.
"Saya yang pertama merekam pagelaran wayang golek Ki Dalang Abah Sunarya, orang tua dari Ki Dalang Abah Sunandar Sunarya, ungkapnya, Senin (8/2/2021).

Kepiawaiannya memetik gitar dan kacapi Sunda. Alunan tangga nada pelog dan salendro pun dia petik melalui gitarnya. Setelah itu dia memetik kacapi.

Anggota DPR RI asal Fraksi Partrai Golkar Dedi Mulyadi mengatakan, bahwa nada itu lahir dari kekuatan rasa dan rasa digerakan oleh Sang Pemilik Semesta. Dia berkata kepada Pak Deseng, “Saya tidak bisa main gitar dan memetik kacapi”.

Kemudian, Desengpun berkata “mereka yang mendengarkan itu jauh lebih hebat dibanding mereka yang memainkan”. Ucapannya berlanjut dengan sebuah cerita maestro pemetik kucheng atau kacapi cina. Dia bersahabat dengan teman setia yang selalu mendengarkan petikan kuchengnya.

Kemudian, sang sahabat meninggal dan pemetik kucheng itu membelah kuchengnya dan membakarnya. Ketika ditanya, mengapa kucheng itu dibakar? Dia berkata, tidak mungkini lagi saya memetik kucheng karena kini pendengarnya sudah meninggal, apakah saya harus memperdengarkan suara kucheng itu pada kerbau?

Baca Lainnya