Jumat, 26 Januari 2018 11:45

Cabe Garing Talk Show Sebagai Pemanfaatan New Media

Soni Sonjaya, SH.,M.I.Kom (Soni Bebek), tenaga pengajar di Fikom Uninus dan Poltek LP3I Bandung.
Soni Sonjaya, SH.,M.I.Kom (Soni Bebek), tenaga pengajar di Fikom Uninus dan Poltek LP3I Bandung. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Seorang tenaga pengajar di Fikom Uninus Dan Poltek LP3I Bandung, Soni Sonjaya. SH.,M.I.Kom yang kerap dengan sapaan Soni Bebek, mengamati perkembangan new media menjadi sebuah keharusan. Menurutnya, seorang Dosen jika tidak mengikuti perkembangan akan ketinggalan oleh mahasiswanya.

"Pada tahun awal tahun 2017, berangkat dari ketidak sukaan melihat postingan di Facebook yang isinya status penggiringan opini publik terhadap kandidat tertentu yang berdampak saling menghujat bahkan membuka aib masing-masing atau postingan yang bernada kebenaran pribadi yang berujung pada orang lain selalu salah, hal ini perlu disikapi dengan mengambil bagian sebagai pengisi kekosongan ruang yang memberikan kontribusi positive di sosial media," kata Soni saat diwawancara, Jumat (26/1/2018).

Ketika membuka Facebook, lanjut Soni, ternyata Ada layanan fitur live event yang ketika diklik maka kita bisa live melakukan apapun dan ditonton oleh teman tautan diakun Facebook. "Lantas Saya putuskan membuat sebuah acara talkshow sederhana dengan judul "Cabe Garing" atau Candaan Soni Bebek dan Yoga PHB sambil nangkring," ungkapnya.

Dia pun mengaku, animo masyarakat semakin tinggi menonton tayangan Cabe Garing terbukti dalam statistik fanpage Cabe Garing viewer dan reach people sudah menembus ribuan orang. Pada akhirnya Cabe Garing dibuat dengan lebih serius dan melibatkan investasi hampir menembus angka ratusan juta, angka tersebut untuk biaya software dan hardware penunjang siaran live, teknologi multi cam, sampai video call. "Tidak berlebihan kami mengklaim bahwa kami adalah The 1st Talk Show live event Facebook di Indonesia," ucapnya.

Setahun sudah cabe garing mengudara di dunia maya, katanya, dengan bintang tamu yang beragam mulai dari Artis Ipang Lazuardi, Fadli Padi, sampai Man Jasad, bahkan seorang Female DJ dari inggris.

"Catatan paling pentingnya adalah bahwa kita harus bisa memanfaatkan new media yang mampu memberikan dampak positive bagi masyarakat. Kekuatan new media harus dimanfaatkan menjadi sebuah sumber kekuatan pula bagi penyebaran informasi, hiburan dan pendidikan secara konstruktif," paparnya.