Senin, 18 Desember 2017 16:02

Budi Cilok dari Ngamen hingga Pelestarian Alam

Budi Cilok duet bersama sang idola Iwan Fals
Budi Cilok duet bersama sang idola Iwan Fals [net]

Limawaktu.id, - Penyanyi asal Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Budi Mulyono yang akrab dengan sapaan Budi Cilok, mulai hobby melantunkan lagu-lagu Iwan Fals sejak duduk dibangku kelas IV SD. Mulai 2004, Budi mulai nyanyi dari panggung kepanggung kecil. 

Budi Cilok lahir di Bandung 23 Mei 1978. Ia merupakan pengemar berat Iwan Fals, sehingga setiap mengamen sering melantunkan lagu Iwan Fals. Dari situlah olah vokalnya mulai terasah dan teruji.

Dia membenarkan mulai bernyanyi sejak kelas IV SD, bahkan sempat mengamen didalam angkot jurusan Dayeuhkolot ke Banjaran.

"Dulu saya pernah mengamen didalam angkot, jurusan Dayeuhkolot ke Banjaran atau sebaliknya dengan menyanyikan lagu-lagu Iwan Fals," kata pria yang dibesarkan di kampung Iwan Fals, Senin (18/12).

Suaranya yang sangat kental Iwan Fals menjadikan Budi mulai di Gemari kalangan masyarakat bawah dan atas. Hingga 2017 ini, nama Budi Cilok sudah terkenal se Indonesia. Empat album pun sudah dirilisnya, album pertamanya berjudul Haru Hati. 

Selain bernyanyi, lanjut Budi Cilok, dirinya pun sering melakukan penanaman pohon di pinggir jalan, bantaran Sungai Citarum dan di lahan kritis, yang sekaligus berkampanye agar masyarakat tidak membuang sampah ke Sungai Citarum. 

"Penanaman pohon untuk penghijauan kembali sehingga menahan air dari gunung dan tidak tumpah ke sungai yang menyebabkan banjir," ucapnya.

Dia mengaku, telah melakukan pelepasan burung kutilang, penyebaran bibit Ikan dan penamanan bibit pohon, serta pembuatan MCK dan Pemberian Tong tong sampah di acara Haneut Moyan, di Cangkuang Gambung kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, pada 10 Desember 2017 lalu.

"Tujuan utamanya mengembalikan ekosistem untuk pelestarian alam kembali. Yang dilepaskan sekitar 500 burung, 500 pohon diantaranya jenis endemik, pohon rasa mala, pinus, Lengkeng, Alpukat, Mangga, dan Mahoni. Acara itu kami beri judul Haneut Moyan karena di sela sela agenda penanaman dan pelepasan burung di gelar juga konser ketika Matahari terbit," paparnya. (lie)

Baca Lainnya