Minggu, 11 Maret 2018 21:57

Agrowisata Stone Garden Bandung Barat yang Sempat Didatangi 'Wiro Sableng 212 Hingga Meet Me After Sunset'

Reporter : Fery Bangkit 
Agrowisata Stone Garden Bandung Barat.
Agrowisata Stone Garden Bandung Barat. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Pasir Pawon atau lebih dikenal Stone Garden kini semakin dikenal di kalangan pelaku industri entertaiment.

Hal itu dibuktikan dengan maraknya pihak Production House (PH) yang memanfaatkan agrowisata yang terletak di Kampung Girimulya Desa Gunung Masigit Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat itu sebagai lokasi syuting film maupun iklan komersil.

Berdasarkan catatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pasir Pawon, selaku pengelola, wisata geopark yang terkenal dengan batu-batu uniknya itu telah dimanfaatkan untuk lokasi syuting film ternama.

Seperti film 'Wiro Sableng 212' yang dibintangi Vino G Bastian dan Marsya Timothy. Adapula film drama romantis 'Meet me After Sunset' yang dibintangi oleh Maxime Bouttier, Billy Davidson Agatha Chelsea.

Selain itu, sejumlah iklan komersil dan video klip juga banyak yang menjadikan agrowisata Stone Garden sebagai latar tempat. Termasuk iklan komersil yang dimainkan aktor Nicolas Saputra.

Ya, tak salah memang bila para pelaku bisnis entertaiment menjadikan Stone Garden sebagai lokasi pengambilan gambar.

Agrowisata Stone Garden Bandung Barat.

Alasannya cukup sederhana. Stone Garden memiliki keindahan alam dan berbagai spot yang cukup menarik. Khususnya tumpukan batu-batu yang tertata natural. Keindahan dan batu itu cukup menjad magnet.

Cocok untuk dijadikan lokasi syuting film berbagai genre. Baik kolosal, drama, comedy hingga petualangan.

Ketua Pokdarwis Pasir Pawon, Sukmayadi menuturkan, mulai ramainya Stone Garden dijadikan lokasi syuting sejumlah film itu terjadi sejak kunjungan sejumlah tokoh seperti Deddy Mizwar dan Ridwan Kamil.

“Iya sejak saat itu, mungkin toko-tokoh tersebut menyampaikan kepada temen-temen PH. Jadilah rame suka dijadikan tempat syuting,” ujarnya saat ditemui di Pasir Pawon, Minggu (11/3/2018).

Kondisi tersebut tentunya menjadikan berkah bagi pihak pengelola maupun warga sekitar. Pasalnya, dengan dijadikannya lokasi syuting, maka secara tidak langsung akan menjadikan Stone Garden semakin dikenal baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Khusus untuk lokasi syuting sebuah film, Pokdarwis mematok harga Rp 15 juta per hari. Harga wah itu cukup masuk akal. Pasalnya, jika ada kegiatan syuting, area agrowisata Stone Garden akan disterilkan dari pengunjung.

“Syaratnya juga shooting-nya harus hari biasa, gak boleh Sabtu-Minggu,” terang Sukmayadi.

Menilik pada catatan sejarah, jauh sebelumnya, lokasi tersebut merupakan area penambangan. Potensi agrowisata Pasir Pawon atau Stone Garden ditemukan tahun 2014. Saat ini, bukan untuk dijadikan tempat wisata, namun dibidang konservasi atau pelestarian cagar budaya.

“Dikarenakan banyak pengunjung, baru terpikir 2015 awal untuk dijadikan tempat wisata,” terang Sukmayadi.

Selain sebagai tempat wisata dan syuting, Stone Garden tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk foto preweding, camping, wisata edukasi, arisan dan sebagainya.