Sabtu, 9 Desember 2017 12:54

10 Film Lokal Cimahi Mejeng di FFJB 2017

Wakil Gubernur Jabar Dedi Mizwar menghadiri Festival Film Jawa Barat (FFJB) di Gedung Historich, Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi.
Wakil Gubernur Jabar Dedi Mizwar menghadiri Festival Film Jawa Barat (FFJB) di Gedung Historich, Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id - 10 judul film asal Kota Cimahi meriahkan Festival Film Jawa Barat (FFJB) di Gedung Historich, Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi.

Hajat tersebut diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Tahun ini, merupakan ketiga kalinya ajang festival film independen itu dilaksanakan.

Kategori yang dilombakan dalam FFJB tahun ini terdiri dari Film terbaik, Music Video Terbaik, Sutradara Terbaik, Cerita Terbaik, Kameramen Terbaik, dan Poster Film Terbaik.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Edi Setiadi mengatakan seluruhnya ada 300 film dari peserta yang telah mendaftar.

"Tapi tidak diputar semua, film yang diputar itu yang masuk nominasi dan telah lolos screening," katanya.

Sedangkan untuk di wilayah Cimahi, kata dia, untuk saat ini hanya 10 film yang diputar, tetapi pada tanggal 15-16 Desember 2017 nanti akan digabung untuk diputar di Taman Budaya.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengatakan, perkembangan film lokal Jawa Barat setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, baik secara jumlah maupun kualitas.

"Dilihat dari potensinya di Jawa Barat ini cukup banyak komunitas film, sehingga muatan muatan lokal yang bisa diekspresikan dengan film - film mereka," ujar Demiz, panggilan akrab Deddy Mizwar di Gedung Historich, Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, Sabtu (10/12/2017).

Atas hal itu kata dia, FFJB ini bisa menjadi kekayaan khasanah budaya yang bisa diekspolrasi menjadi gagasan kreatif.

Menurutnya, dengan proses latihan film film pendek dan kemudian ikut serta dalam FFJB, ketika pada waktunya nanti dan sarana prasarananya mendukung, para peserta bisa meningkatkan prestasinya pada film televisi maupun film layar lebar.

"Tapi minimal ada sebuah komunitas yang bisa mengapresiasi film secara baik dan kualitas film peserta juga setiap tahunnya meningkat," kata Demiz.