Senin, 21 Januari 2019 15:05

Alasan Mahasiswa Cantik ini Mau Jadi Relawan Demokrasi

Maya Rismayanti (20), salah satu orang yang terpilih menjadi relawan demokrasi di Kota Cimahi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Maya Rismayanti (20), menjadi salah satu orang yang terpilih menjadi relawan demokrasi di Kota Cimahi. Ia dan 54 relawan lainnya dikukuhkan pada Senin (21/1/2019) di Hotel Endah Parahyangan.

Mahasiswa jurusan Administrasi Niaga Politeknik Bandung itu akan menjadi bagian penting untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Pasalnya, para relawan itu ditugaskan membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi dalam menyosialisasikan seputar Pemilu, dari mulai pentingnya demokrasi hingga pelaksanaannya.

Maya dan para relawan demokrasi lainnya akan ditempatkan di 11 basis Pemilu, seperti basis pemula, pemilih muda, perempuan, disabilitas, komunitas, keluarga, keagamaan, pemilih berkebutuhan khusus dan basis pengguna media sosial atau netizen.

Lalu, apa alasan Maya tertarik menjadi relawan demokrasi? 

Ia menuturkan, pertama kali tahu adanya rekruitmen relawan itu dari media sosial instagram KPU Kota Cimahi. Kemudian, warga Cihanjuang, Cibabat itupun merasa tertarik terlibat langsung menjadi bagian dari pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Iya kalo dulu kan taunya cuma nyoblos aja, sekarang pengen tau gimana rasanya terlibat langsung," tutur Maya.

Target utamanya ialah menyasar para pemilih pemula. Dalam kesempatan menjadi relawan ini, ia ingin menyampaikan kepada pemilih, terutama usia 17-21 tentang pentingnya menyalurkan hak pilih. Hal itu begitu disadarinya ketika ia menjadi pemilih pemula yang minim informasi.

"Saya ingin, pemilih pemula itu tau harus memilih calon yang seperti apa. Gak asal pilih," ujar Maya.

Namun diakuinya, menjadi bagian relawan yang menyampaikan seputar pemilu terhadap masyarakat sangatlah berat. Pasalnya, banyak sekali pemilih yang mesti ia jangkau, terutama di sekolah-sekolah. Terlebih lagi, ada target minimal dari KPU yakni 77,5 persen partisipasi pemilih nanti. 

"Takut gak kejangkau semua sih. Tapi tetep harus optimis," tandasnya.

Berita Terkait