Senin, 21 Januari 2019 10:56

Dibayar Rp 750 Ribu/Bulan, Relawan Demokrasi Ditargetkan Raih 77,5 Persen Partisipasi Pemilu di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Sebanyak 55 orang dikukuhkan menjadi relawan demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Senin (21/1/2019) di Hotel Endah Parahyangan.
Sebanyak 55 orang dikukuhkan menjadi relawan demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Senin (21/1/2019) di Hotel Endah Parahyangan. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Sebanyak 55 orang dikukuhkan menjadi relawan demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Senin (21/1/2019) di Hotel Endah Parahyangan.

Para relawan yang terpilih merupakan hasil seleksi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum KPU) Kota Cimahi. Dari 73 pendaftar, akhirnya diputuskan 55 orang yang terpilih untuk menjadi relawan demokrasi. 

Baca Juga : Meningkatkan Pemahaman Ketatanegaraan dengan Dengar Pendapat dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Mereka akan ditempatkan di 11 basis Pemilu, seperti basis pemula, pemilih muda, perempuan, disabilitas, komunitas, keluarga, keagamaan, pemilih berkebutuhan khusus dan basis penggunan media sosial atau netizen.

Ketua KPU Kota Cimahi, Mochamad Irman mengatakan, relawan demokrasi nantinya akan menjadi mitra KPU untuk membantu dalam menyosialisasikan Pemilu 2019 yang akan berlangsung serentak. Yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

Baca Juga : Hasil Pemilu 2019 Tentukan Perubahan SOTK di Pemkot Cimahi

"Harapannya dengan relawan demokrasi ini, bisa meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya Kota Cimahi. Target kita, sesuai target nasional itu 77,5 persen," kata Irman saat ditemui di Hotel Endah Parahyangan, Senin (21/1/2019).

Para relawan demokrasi itu akan bertugas selama tiga bulan. Terhitung sejak Februari hingga April 2019. Mereka akan mendapat honor Rp750.000 per bulan. Jika ditugaskan selama tiga bulan, maka relawan akan mengantongi Rp2.250.000. 

Baca Juga : DPD PKS Cimahi Umbar Janji Hapus Pajak Motor dan SIM Seumur Hidup

Hal itu sesuai dengan surat KPU RI Nomor 32/PP.08-SD/06/KPU/I/2019 tentang Pembentukan Relawan Demokrasi Pemilu Serentak 2019. Para relawan itu akan dievaluasi setiap bulannya, apakah laik untuk dipertahankan atau dilepas.

Namun sebelum bertugas, kata Irman, para relawan demokrasi ini terlebih dulu akan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek), kemudian membuat rencana kegiatan sesuai basis sasaran dan memetakan teknis sosialisasi sekreatif mungkin.

"Kemudian yang paling penting ialah penyampaian tanggal, hari dan jam pemungutan suara, tata cara pemberian suara dalam Pemilu, pengenalan peserta pemilu (bedakan dengan kampanye), dengan catatan hanya sebatas mengenalkan detail calon legislatif bisa dilihat di DCT," jelas Irman.

Baca Lainnya