Dengan Teknologi Digital, MTs al-Islam menuju Pembelajaran Abad 21
Limawaktu.id,- Kemajuan teknologi tidak bisa dihindari dan merambah dunia pendidikan yang menerapkan pola pembelajaran berbasis teknologi informasi dari konvensional menuju digital, melalui tagline 'Learning in 21st Century with Technology' MTs al- Islam Kota Bandung tidak mau ketinggalan dengan masyarakat dunia di negara-negara maju.
"Hakikatnya proses pembelajaran itu sama, cuman yang membedakannya adalah model pembelajarannya disesuaikan dengan perkembangan teknologi dengan melakukan konversi dari konvensional ke digital", tutur Fathurrohman, S.Pd.I Kepala MTs al-Islam di ruang kerjanya.
Menurutnya, MTs al-Islam bukan sekedar memanfaatkan trend Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) saja, akan tetapi kedepannya melangkah lebih jauh dengan menerapkan sistem aplikasi pembelajaran digital modern secara online antara lain dengan menu ujian, video pembelajaran, les online, try out secara online.
Berdasarkan hasil survey penggunaan gadget atau tablet 22 % untuk bermain game dan 52 % untuk media sosial.
"Karenanya kami ingin membalikkan pemanfaatan gadget menjadi 50-52 % untuk pembelajaran sesuai dengan program MTs al Islam dengan menggunakan berbagai aplikasi secara online", tambah Fathurrohman.
Sementara itu menurut Endang Suherli, S.Ps.I guru MTs al-Islam menjelaskan dengan penggunakan teknologi digital secara maksimal seperti dibeberapa negara maju maka peran guru hanya sebatas fasilitator.
"Model belajar dengan teknologi digital bisa meningkatkan prestasi karena siswa bisa explore dengan membandingkan dari beberapa referensi, selama ini pembelajaran cenderung satu arah dengan referensi satu buku. Siswa bukan hanya tahu hasil tapi juga tahu jalan", jelas Endang.
Dilain pihak Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diselenggakan MTs al-Islam secara mandiri dihari pertama berjalan lancar, Senin (23/4/18).
"Anak-anak tertib, walaupun diawalnya ada sedikit masalah IT tapi Alhamdulillah bisa diatasi dan berjalan lancar bahkan anak-anak selesai mengerjakan soal lebih cepat 15 menit dari waktu 2 jam, hebat", tutur Ahmad Hamdan, pengawas UNBK yang berasal dari MTs Nurul Iman Kota Bandung.