Pro Kontra Trayek Angkot Baru di Cimahi
Limawaktu.id - Pro kontra mewarnai pembukaan uji coba trayek baru jurusan Terminal Citeureup-Terminal Cimindi. Rencananya, uji coba trayek baru itu dimulai Senin (22/7/2019) hingga tanggal 29 Juli mendatang.
Dalam uji coba ini, Dishub Kota Cimahi melibatkan unsur Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Cimahi untuk pengaturan lalu lintas dan unsur TNI.
Rute yang akan dilalui angkot nantinya akan dimulai dari Pasar Citeureup, kemudian masuk ke Jalan Encep Kartawiria-Jalan Kamarung-Jalan Permana Barat, Jalan Permana Timur-Jalan Ciawitali-Jalan Rd. Hardjakusumah (Pemkot) Cimahi-Jalan Jati Serut-Jalan Pesantren-Jalan Aruman-Jalan Pesantren-Jalan Amir Mahmud dan Terminal Cimindi.
Namun, uji coba belum dimulai, para tukang Ojeng Pangkalan (Opang) dari berbagai wilayah yang dilalui trayek baru itu sudah berkumpul di Jalan Kamarung. Mereka menolak adanya trayek itu.
Spanduk penolakan disertai tandatangan pun dibentangkan Opang dari Kamarung, Permana, Sukarasa, Ciawitali dan Jati.
Idi Iam (60) salah seorang Opang Jalan Kamarung menuturkan, sebetulnya yang menolak adanya angkot trayek Cimindi-Citeureup itu hanya Opang di luar Kamarung seperti Jati dan Ciawitali. Sebab mereka khawatir penghasilan menurun karena adanya angkot baru itu.
"Kalau yang Kamarung mah sudah dirembukan sebelumnya, sudah ada kesepakatan. Justru yang menolak itu dari luar Kamarung, karena mungkin gak ada obrolan sebelumnya," bebernya, Senin (22/7/2019).
Situasi berbalik diutarakan warga sekitar yang bakal dilalui angkot. Mereka sangat mendukung dengan adanya angkutan umum yang melintasi rumahnya seperti di Jalan Kamarung dan Jalan Permana.
"Iya kalau warga mah enak, difasilitasi. Apalagi kalau orang yang sudah berumur," ujar Desi (30), salah seorang warga.
Dikatakannya, adanya pelayanan angkot baru itu akan mempermudah akses masyarakat. Termasuk bagi warga yang ingin ke Pemkot Cimahi. "Iya akses ke Pemkot jadi lebih gampang," ucapnya.