Kota Cimahi Kerap Dikepung Banjir, Pengamat Kritik Program Pemkot Cimahi
Limawaktu.id - Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna menilai, program penuntasan masalah banjir di Kota Cimahi belum memiliki konsep yang jelas.
Menurutnya, langkah pengentasan banjir yang dilaksanakan Pemerintah Kota Cimahi saat ini hanya program jangka pendek atau penanganan banjir kondisional.
"Artinya pengentasan banjirnya hanya kondisional, kalau banjir baru melakukan pembersihan drainase. Kalau seperti itu ya sampai kapanpun banjirnya tetap terjadi dan tidak akan selesai," kata Yayat saat dihubungi via sambungan telepon, Minggu (11/11/2018).
Menurut Yayat, permasalahan banjir di Kota Cimahi sudah termasuk kompleks. Untuk itu, penuntasannya pun harus menggunakan konsep yang jelas. Di antaranya, harus di awali dengan penataan bangunan, penataan kebersihan.
"Baru masuk ke ranah teknis antara lain perbaikan drainase, pembuatan embung, atau cara lainnya," jelasnya.
Dikatakannya, drainase perumahan dan drainase jalan di Cimahi sangat tak ideal untuk menampung debit air. Kondisi itu diperharah oleh penyumbatan, penyempitan, dan mati fungsi karena beralih menjadi alas bangunan.
"Belum lagi di atasnya dijadikan kios atau bangunan lain. Nah ini yang mesti diselesaikan dulu, jangan hanya membongkar drainase, mengganti dengan u-ditch tapi masalah awalnya belum diselesaikan," pungkasnya.