Kerupuk dan Karung Diharap Tingkatan Kinerja PNS di Kota Cimahi
Limawaktu.id - Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi mulai digaungkan Pemerintah Kota Cimahi. Seperti yang tersaji Jumat (15/6/2019) di Komplek Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah.
Untuk menyambut HUT ke-18 ini, Pemkot Cimahi melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi menggelar perlombaan tradisional antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) bersama Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna serta Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana dengan penuh semangat mengikuti lomba tradisional seperti tarumpah panjang, makan kerupuk, sumpitan, balap karung dan boccia. Sejumlah penyandang disabilitas yang juga turut bersukaria dalam rangkaian HUT tad pagi. .
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna menuturkan, perlombaan tradisional ini digelar untuk lebih memperkenalkan dan menyosialisasikan kebudayaan. Meski kali ini hanya diikuti para abdi negara, tapi dirinya meyakini pelestarian lomba tradisional ini akan menular kepada masyarakat umum.
"Ditengah era modern ini, permainan harus terus dilestarikan oleh kita. Permainan tradisional ini menarik, pernah dialami saat kita kecil dan bikin bahagia," ujar Ajay.
Kenapa harus antar OPD? Ajay menjelaskan, perlombaan ini digelar sebagai salah satu bentuk ungkapan syukur sebab Kota Cimahi sudah berusia 18 tahun. Salah satu aspek yang membuat kota yang mekar tanggal 21 Juni 2001 ini semakin berkembang adalah keberadaan para PNS.
Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara meningkatkan kekompakan dan sinergitas para abdi negara yang tersebar di semua OPD. Dengan semakin meningkatkan sinergitas, diharapkan berdampak pada kinerja yang lebih baik dan berkomitmen memajukan Kota Cimahi.
"Diharapkan bisa berdampak pada sinergi dan kinerja yang lebih baik," kata Ajay.
Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Budi Raharja menambahkan, pihaknya bakal lebih gencar lagi memperkenalkan lomba tradisional ini. Hal itu dilakukan agar lomba tradisional itu tumbuh dan kembali dinikmati masyarakat.
"Ini kan tujuannya untuk memperkenalkan. Ke depan kita akan lebih sering menyelenggarakan olaharaga tradisional," katanya.