Cara Membuat Silase, Pakan Sapi Dimusim Kemarau
Limawaktu.id - Musim kemarau ini, pakan sapi menjadi permasalah bagi para peternak. Seperti yang terjadi pada peternak sapi di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.
Sebab rumput kering di wilayahnya kurang baik dijadikan pakan, para peternak pun terpaksa harus mencari rumput hingga ke luar daerah seperti ke Kabupaten Bandung. Selain itu, fermentasi jerami padi menjadi alternatif lain.
Selain dua jenis pakan sapi itu, ternyata sebelumnya Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi telah menawarkan solusi pakan lain dimusim kemarau. Yaitu silase hijauan.
Kepala Seksi Peternakan pada Dispangtan Kota Cimahi, Retno Wulan mengatakan, sejak tiga tahun terakhir pihaknya rutin memberikan pelatihan pembuatan pakan sapi menggunakan teknologi silase. Salah satu tujuannya untuk mengantisipasi sulitnya mencari rumput dimusim kemarau.
"Dari beberapa tahun lalu kita sudah melatih peternak untuk membuat silase. Jadi ketika ketika ada limbah pertanian mereka sudah dilatih untuk membuat seperti itu," kata Retno saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Rabu (17/6/2019).
Berdasarkan catatan pihaknya, jumlah peternak sapi di Kota Cimahi mencapai 136 orang. Rinciannya, peternak sapi perah 101 orang dan peternak sapi potong 35 orang. Sementara jumlah sapinya mencapai 689. Rinciannya sapi perah 470 ekor dan sapi potong 219 ekor.
Retno menjelaskan, teknologi silase pada prinsipnya adalah pakan hijauan yang telah diawetkan dengan cara disimpan dalam tempat kedap udara (anaerob) kurang lebih selama tiga minggu, sehingga terjadi proses fermentasi.
Syarat hijauan yang dibuat silase, kata dia, adalah segala jenis tumbuhan atau hijauan serta bijian yang disukai tenrak terutama yang mengandung karbohidratnya. Bukan hanya rumput tetapi limbah pertanian seperti batang dan daun jagung juga bisa diawetkan menjadi silase.
"Tujuannya mempertahankan gizi yang terkandung didalamnya, mempertahankan warna tetap hijau dan disukai ternak," terang Retno.
Cara membuat silase tidaklah terlalu sulit. Pertama, melakukan pencacahan bahan baku yang kemudian dicampurkan dengan starter seperti 2 SDM biozim/1 genggam +5 kilogram (kg) molasses +1/2 kg mineral mox +1 liter air bibit.
Kemudian, aplikasinya adalah dengan penyediaan 1 gayung +20 liter air 2 kwintal rumput segar, 1 gayung bibit +25 liter air dan 2 kwintal jerami. "Kemudian, masukan bahan ke dalam kantung plastik atau drum sampai tidak ada udara," ucapnya.
Diakuinya, memang aplikasi pelatihan silase yang diberikan kepada para petani tidak semudah itu. Namun, pihaknya tetap menyarankan agar ilmu yang didapat itu dimanfaatkan untuk solusi pakan sehat sapi dimusim kemarau.
"Kita harapkan ilmu yang sudah diterima bisa dimanfaatkan dan dipraktikan ketika musim kemarau," pungkasnya.