Limawaktu.id- Masa muda adalah masa yang paling indah. Sayangnya kita sering lalai dan tidak memanfaatkannya dengan benar. Waktu yang tersedia akhirnya berlalu begitu saja, sehingga hidup kita menjadi sia-sia. Penyesalan selalu ada ketika diri kita menjelang tua. Masih bersyukur kalau tidak lupa dengan berbagai perbuatan dosa kita, sehingga masih ada celah waktu tersisa buat memohon ampun kepada-Nya.
Menjadi tua sudah merupakan takdir-Nya. Kita tak mungkin mampu membantah-Nya. Selagi kuota umur masih tersedia, rajinlah bersujud dan berdoa ke hadirat-Nya. Hidup ini bukan untuk bersedih dan meratapi diri. Apalagi harus menyendiri dan tak mau lagi bersosialisasi. Isi saja dengan aktivitas yang penuh arti agar kita kembali menjadi insan Ruuhi.
Seandainya masih terikat dengan masa lalu, pikiran kita akan selalu terbelenggu. Otak yang tadinya cerdas pun bisa menjadi dungu. Lalu apa arti hidupmu kalau tidak berilmu? Mari kita berguru dengan pemilik kehidupan. Ayat-ayatnya membentang luas di alam semesta, dari dasar samudera sampai luar angkasa. Banyak yang bisa kita cerna dengan pikiran dan jiwa agar kita menjadi manusia yang paripurna.
Kini, bangkitlah dari mimpi panjangmu. Jangan hanya diam dan membisu, sehingga hidupmu tergadai dengan masa lalu. Sudah saatnya menjadi pencerah bagi insan di sekelilingmu dan tidak hanya jadi benalu. Tua itu indah kalau kita syukuri. Hidup ini berkah kalau ada nur Illahi dalam hatimu.
Oleh: Jehaka Barajati