Senin, 14 Mei 2018 13:07

Teroris di Zaman Sahabat Nabi

Reporter : Jumadi Kusuma
Illustrasi
Ilustrasi [Net]

Penulis: Ihsan Haerudin, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)

Bahkan kepada orang dengan kualitas keimanan seperti Ali bin Abi Thalib, kaum khawarij menuduh dzalim, munafik, dan kafir.

Mereka memberontak pemerintahan Ali bin Abi Thalib karena Ali dianggap tidak menjalankan hukum Allah. “Tidak ada hukum kecuali Hukum Allah!”, teriak mereka.

Ali berkata, “Kalimat itu benar, namun apa yang sebenarnya mereka perjuangkan adalah kebathilan”.

Lalu, ibnu muljam, salah seorang utusan khawarij, pada suatu pagi buta, menebas leher Ali RA dengan pedang yang sangat tajam. Darah membasahi janggut Ali karramallahu wajhah.

Para ulama sering menisbahkan kaum khawarij dengan hadits Rasulullah SAW:

“Nanti akan muncul diantara kamu kaum yang menghina shalat kamu dibandingkan dengan shalat mereka, dan puasa kamu dibandingkan dengan puasa mereka, amal perbuatan kamu dibandingkan dengan amal perbuatan mereka.  Mereka membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka tidak melewati kerongkongan mereka, dan mereka akan memecah agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya” (Sahih Bukhari/5058 ).

Baca Lainnya