Rabu, 7 Maret 2018 13:11

Temanku Bercadar

Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Penulis: A.M. Safwan, Koordinator Jaringan Aktifis Filsafat islam (JAKFI) Yogyakarta.

Ini kisah nyata berkaitan dengan seorang teman yang bercadar.

Suatu ketika, ia seringkali menemui saya di pondok Madrasah Muthahhari Yogyakarta untuk sebuah konsultasi pemikiran keagamaan. Setelah mengalir diskusi, saya menyampaikan bagaimana sikap perempuan bercadar dalam lingkungan sosial kami di pondok.

Ia menyadari bahwa bercadar bukanlah sebuah kewajiban agama, cadar adalah sebuah panggilan moralnya. Dengan dasar itu saya nyatakan bahwa pondok ini difitnah dan dituduh oleh kelompok ekstrem takfiri.

Fitnah dan tuduhan itu dikembangkan di kampung, tapi masyarakat secara umum tidak percaya karena memang tidak pernah terbukti. Namun masyarakat tetap menyoroti aktivitas kami.

Saat itu secara massif kelompok teroris yang pada umumnya memiliki isteri yang bercadar.

Dalam situasi seperti itu, kepada teman yang bercadar itu dengan rasa persaudaraan dan untuk saling menjaga kondisi dan tidak menjadi sorotan khusus, maka saya memohon kalau ia ke pondok untuk membuka cadarnya untuk mencegah fitnah dan provokasi.

Saya hormati secara pribadi pilihan etisnya untuk bercadar, namun juga berharap agar ia menghormati pilihan moral saya secara sosial yang dibangun pondok dalam relasinya dengan masyarakat untuk menghindari terjadinya stigma baru sehubungan dengan berbagai tuduhan yang dialamatkan ke pondok.

kemaslahatan sosial pondok harus dijaga bersama agar dapat terus menyebarkan pemikiran filsafat Islam dan keIslaman Nusantara untuk menjaga tradisi Islam dan NKRI berdasarkan Pancasila. Namun saya mendukung teman bercadar itu untuk terus bercadar sebagai pilihan moralnya di luar pondok.

Semua orang memiliki hak dan kewajiban masing-masing dalam semangat hidup bersama secara sosial yang dibatasi dalam aturan kelompok atau organisasi. Jika pemenuhan hak akan menimbulkan kekacauan sosial maka menunda pemenuhan hak demi menjaga kemaslahatan sosial adalah juga kewajiban agama (maqashid syariah).

Akhirnya, dalam kondisi sosial pondok yang sudah kondusif, teman bercadar itu sekarang dipersilahkan untuk menemui saya di pondok dengan cadarnya.

Baca Lainnya