Kamis, 17 Januari 2019 13:54

Subnahallah, Jumlah Mualaf di Jawa Barat Terus Meningkat 

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [Net]

Limawaktu.id - Jumlah mualaf di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung terus bertambah sepanjang 2018. Tak hanya warga Indonesia, melainkan ada juga yang berasal Korea Selatan, Amerika, Australia dan negara Eropa lainnya.

Berdasarkan data Mualaf Center Indonesia (MCI) wilayah Jawa Barat, jumlah masyarakat yang menjadi mualaf melalui Mualaf Center Indonesia pada 2018 lalu mencapai 80 orang. Sementara pada awal Januari 2019 sudah ada dua orang yang bersyahadat masuk Islam.

Ketua MCI Jabar, Irwan mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pembinaan kepada para mualaf. Salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan adalah pesantren Ahad yang diselenggarakan di salah satu mesjid di jalan Sukajadi, Kota Bandung.

"Kegiatannya, kami pembinaan mualaf. tidak hanya memualafkan ada diskusi tentang Islam bagi non muslim. Tiap Ahad ada pesantren Ahad di jalan Sukajadi," ujarnya, Kamis (17/1/2019).

Dikatakannya, selain di kantor MCI, mereka yang hendak masuk Islam dan bersyahadat bisa dilakukan dimana saja. Hal itu disesuaikan dengan keinginan para calon mualaf. Dirinya menuturkan, bagi mereka yang hendak masuk Islam dan bersyahadat pihaknya terlebih dahulu melakukan diskusi dan dialog untuk memastikan niat yang bersangkutan.

Irwan yang menjadi mualaf pada usia 21 tahun 1994 ini mengungkapkan mereka yang menjadi mualaf biasanya mendapatkan hidayah. Kemudian masuk Islam dan selanjutnya memperdalam ilmu tentang Islam.
"Trend mualaf meningkat dari zaman saya dari 94 saya masuk Islam umur 21 tahun. Trennya naik," katanya.

Menurutnya, mereka yang menjadi mualaf berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Namun, kendala yang dihadapi oleh mereka saat ini kesulitan ekonomi untuk mengikuti pembinaan yang diselenggarakan MCI.
"(Mereka) kesulitan untuk mengikuti kegiatan pembinaan karena ekonomi. Bahkan mengandalkan dana dari MCI sementara MCI dari donatur," ungkapnya.

Dirinya menambahkan, tantangan yang dihadapi para mualaf saat ini adalah masih banyak mereka yang sudah mualaf masih sembunyi-sembunyi dihadapan keluarganya. Tidak hanya itu, banyak yang sudah menjadi mualaf kemudian kembali lagi ke agamanya yang dulu.

"Masih banyak yang sembunyi-sembunyi karena takut dianiaya tapi perasaannya juga takut," tandasnya. 

Baca Lainnya