Limawaktu.id- Orang bilang kalau kehidupan itu selalu berputar, ibarat roda pedati yang sedang berjalan. Terkadang roda itu bergerak cepat, tetapi ada kalanya lambat. Bahkan, diam di tempat. Roda akan bergerak ketika pedati itu berjalan. Lantas, siapakah yang membuatnya bergerak? Tentu saja kuda. Mengapa kuda bergerak? Karena ada kusir yang mengendalikannya.
Begitulah roda kehidupan. Ada siklus yang harus dijalani. Kadang kita merasa sukses. Lain waktu merasa gagal. Namun, ada pula yang merasa hidupnya datar alias biasa-biasa saja. Mengapa ada orang yang sukses? Karena ada Zat Yang Maha Kuasa telah menentukanya. Dia adalah penentu dari segala proses kehidupan ini. Meskipun kesuksesan seseorang itu melalui perjuangannya, tetapi dibalik itu semua ada tangan-tangan tak kasat mata yang telah membantunya.
Mengapa ada orang yang gagal? Karena ada Zat Yang Maha Kuasa menakdirkannya gagal. Meskipun dia sudah berulang kali melakukan berbagai upaya. Namun, hasil akhir hanya Allah SWT yang menentukannya. Mengapa ada orang yang biasa-biasa saja? Karena Zat Yang Maha Kuasa juga sudah menggariskan hidupnya seperti itu. Bukan berarti kita harus menjadi malas dan mengatakan kalau takdirnya sudah seperti itu. Kita bisa mengatakan itu sebagai takdir ketika semua upaya sudah dilakukan dan hasilnya tetap biasa-biasa saja. Kalau hal itu terjadi, maka pertanda garis tangan kita memang seperti itu.
Melihatlah ke atas saat kita ingin maju menggapai bintang. Ada saatnya kita perlu energi pendorong yang mampu menggerakkan tubuh dan jiwa ini untuk bekerja sama mewujudkannya. Ada pula saatnya kita melihat ke bawah untuk mengukur sudah sejauh manakah kita bergerak. Melihat ke bawah juga sebagai bahan renungan dan intropeksi diri agar kita tetap rendah hati dan masih berpijak di bumi.
Juga ada saatnya kita pejamkan mata untuk tafakur dan melihat jiwa yang paling dalam. Apakah hidup ini sudah berarti? Apakah sudah banyak perbuatan baik yang kita lakukan di muka bumi ini? Jangan-jangan diri kita masih menjadi duri bagi kehidupan.
Oleh: Jehaka Barajati