limawakru.id- Manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan lingkungan sosial sebagai sarana untuk bersosialisasi. Bersosialisasi disini bermakna membutuhkan lingkungan sosial sebagai salah satu habitatnya.
Sehingga cukup jelaslah bahwa tiap manusia saling membutuhkan satu sama lainnya untuk bersosialisasi dan berinteraksi. Kenapa begitu, karena Sunnatullah, tiap orang ada dorongan untuk berinteraksi dengan sesama, lingkungan dan alam semesta, karena tanpa disadari ada kebutuhan sosial (social need) untuk hidup berjamaah atau berkelompok dengan orang lain.
Namun disisi lain kadang kala manusia juga butuh kesendirian, terutama di saat ingin melakukan kontemplasi. Proses merenung untuk melakukan evaluasi aktivitas pekerjaan atau usaha, mengevaluasi diri sendiri, dan berbagai macam renungan lainnya. Namun kebutuhan untuk menyendiri akan mengkonsumsi waktu, pikiran dan sumberdaya lainnya sangat sedikit sekali. Hal ini sangat berbeda dengan kebutuhan manusia untuk berinteraksi sosial dengan yang lain, akan mengkonsumsi waktu, pikiran dan sumberdaya lainnya lebih banyak. Kedua hal tersebut adalah merupakan Sunnatullah.
Sebagai rujukan untuk meyakinkan kita bahwa manusia sangat membutuhkan interaksi dengan orang lain terdapat pada firman Allah berikut ini:
وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْاۗ
"..... Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal."
(QS. Al-Hujurat: Ayat 13)
Pengertian atau penafsiran ayat ini menurut Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah adalah berikut ini:
"Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling berkenalan." Kami (Allah) menciptakan kalian untuk saling berkenalan, tidak untuk saling membanggakan nasab (keturunan).
Saling berkenalan merupakan tindakan dalam interaksi sosial manusia. Pengertian lain ayat ini oleh Abd ar-Rahman as-Sa’di menyatakan bahwa mengetahui nasab-nasab merupakan perkara yang dituntut syariat.
Sebab, manusia dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku memang untuk itu. Karena itu, seseorang tidak diperbolehkan menasabkan diri kepada selain orangtuanya. Dengan mengetahui nasab, berbagai hukum dapat diselesaikan, seperti hukum menyambung silaturahmi dengan orang yang memiliki hak atasnya, hukum pernikahan, pewarisan, dan sebagainya.
Di samping itu, ta’aruf juga berguna untuk saling membantu. Diantaranya: saling membantu antar individu, bangunan masyarakat yang baik dan bahagia dapat direalisasikan. Sesungguhnya yang paling utama dan paling tinggi posisinya di sisi Allah adalah ketakwaan seseorang kepada Allah 'Azza wa Jalla.
Hikmah yang dapat kita pelajari dari penjelasan kedua tafsir tersebut, diantaranya adalah: agar mengetahui garis keturunan atau asal muasalnya, supaya diperintahkan menyambung silaturahim, dan saling membantu sesama dalam kehidupan sosial dan ekonomi serta banyak hikmah lainnya yang terkandung didalam firmanNya. Oleh karena itulah makanya manusia membutuhkan interaksi sosial.
"Core of social interaction" yang menjadi kebutuhan manusia bersosialisasi adalah menyambung silaturahim.
Silaturahim adalah ibadah yang sangat tinggi nilainya dihadapan Allah 'azza wa jalla. Hal ini dapat kita pelajari melalui firman Allah berikut ini:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَ صْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَا تَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat: Ayat 10)
Pada ayat tersebut sangat jelas, Allah menegaskan bahwa mukmin itu adalah bersaudara. Hal ini sangat mudah dipahami apabila kita runut kembali nasab diciptakanNya manusia, yang berasal dari Adam dan Hawa. Namun apabila seseorang dengan sengaja memutuskan silaturahim, maka dengan lugas Allah mengatakan bahwa dia adalah orang yang rugi. Sesuai dengan firman Allah berikut ini:
الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَا قِهٖ ۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَاۤ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖۤ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَ رْضِ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
"(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 27)
INTERAKSI SOSIAL PADA BERBAGAI ERA
Mari kita perhatikan, bagaimana manusia menyambung silaturahim dan melakukan interaksi sosial dari berbagai zaman berikut ini.
#Era Sebelum Adanya Media
Sebelum manusia mengenal adanya media, metode interaksi yang dilakukan adalah bertemu langsung atau lebih dikenal dengan pertemuan tatap muka (face to face meeting), baik dalam pertemuan yang direncanakan maupun tanpa direncanakan. Yang dimaksudkan dengan pertemuan tanpa direncanakan antara lain: bertemu di pasar, dimana setiap orang untuk memenuhi kebutuhannya harus belanja ke pasar, tanpa disengaja bertemu kerabat. Banyak lagi contoh tempat-tempat bertemu yang lainnya. Sedangkan pertemuan yang direncanakan adalah sesuatu yang sudah diagendakan, sehingga terukur dari aspek tempat dan waktu.
Pertemuan tatap muka (face to face meeting) atau bertemu langsung, memiliki makna atau nilai interaksi sosial yang paling tinggi. Kenapa demikian?. Karena saat bertemu langsung, seseorang mampu melihat segala hal pada saat berinteraksi. Mulai dari nada bicara, raut wajah, bahasa tubuh serta emosional dari kerabatnya. Sehingga lawan interaksinya dapat merespon secara spontan, apabila dia bahagia tentunya direspon dengan rasa syukur, apabila dia sedih maka direspon dengan simpati dan empati dan lain sebagainya. Oleh karena itu, makanya pertemuan tatap muka (face to face meeting) atau bertemu langsung, sangat bernilai tinggi dalam interaksi sosial. Pada era ini mendapatkan dan mengirimkan informasi membutuhkan upaya yang cukup lumayan dan waktu yang cukup lama.
#Era Setelah Ditemukan Media
Selanjutnya, bagaimana interaksi manusia setelah munculnya media. Berbagai media telah ditemukan, mulai dari penemu alat komunikasi telegram Samuel Finley Breese Morse tahun 1837, penemu alat komunikasi telepon oleh Alexandre Garam Bell tahun 1876, namun pada tanggal 11 Juni 2002 kongres Amerika Serikat menetapkan Antonio Meucci sebagai penemu telepon yang pertama kalinya pada tahun 1849, yang kemudian dipatenkannya pada tahun 1871 (lima tahun sebelum Alexandre Garam Bell mempatenkan hasil penemuannya), sampai dengan penemu televisi John Logie Baird tahun 1927.
Merode berinteraksi sosial manusia masih relatif sama. Namun kelebihan dari munculnya berbagai media alat komunikasi tersebut adalah jarak geografis antar sesama yang saling berjauhan dapat disambungkan. Orang yang satu berada di kota A dan kerabatnya di kota B, jarak antar kota itu sekutar 1500 km, dengan bantuan alat media komunikasi ini, maka silaturahim mereka dapat tersambung dengan baik, sehingga yang jauh terasa dekat. Jarak tidak menjadi masalah di era ini. Bahkan manusia lebih diuntungkan, karena pada era ini efektifitas interaksi sosial manusia lebih baik dan lebih efisiens, terutama dalam penggunaan waktu.
Pertanyaannya, apakah pada era ini pertemuan tatap muka (face to face meeting) berubah ?. Ternyata tidak. Bahkan pada era ini, semua pertemuan bisa direncanakan menjadi lebih efektif dan waktu untuk rencana ini menjadi lebih efisien. Hal ini berbeda dengan era sebelumnya, dimana merencanakan suatu pertemuan, tahap awalnya harus mengirimkan sesuatu melalui kurir, bisa berbentuk surat atau undangan atau pemberitahuan, yang kemudian akan disampaikan kepada kerabat atau sahabat yang ingin ditemui tersebut. Sehingga butuh waktu lebih lama agar suatu interaksi sosial dapat dilaksanakan.
Kita tentunya berterima kasih dan sangat bersyukur kepada para penemu media komunikasi tersebut. Sehingga kita dapat mengaplikasikan temuannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Dan kualitas kehidupan sosial manusia mampu dikelola se-efektif dan se-efisien mungkin. Penemuan media alat komunikasi juga membuat kualitas kehidupan interaksi sosial manusia lebih baik dari era sebelum ditemukannya media-media komunikasi.
#Era Pemutakhiran Media tahap awal
Setelah ditemukannya alat media komunikasi radio oleh Guglielmo Marconi pada tahun 1896 dan penemuan televisi oleh John Logie Baird pada tahun 1927. Kemudian ditemukan pula teknologi mikroprosesor yang menjadi "core brain" pada teknologi perangkat keras (komputer) oleh Jack Kilby pada tahun 1958, kemudian teknologi mikroprosesor terus diperbaharui dari waktu ke waktu. Mikroprosesor adalah sebuah IC (Integrated Circuit / Sirkuit Terpadu) yang digunakan sebagai otak/pengolah utama dalam sebuah sistem komputer.
Mikroprosesor merupakan hasil dari pertumbuhan semikonduktor. Prosesor adalah chip yang berukuran sangat kecil, makanya sering disebut “Microprosessor” yang sekarang ukuran kemampuannya sudah mencapai gigahertz. Pada kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah "intel 5i", hingga yang terbaru saat ini yaitu "intel 10". Istilah itu adalah merk dagang dari mikroprosesor atau IC yang diproduksi dan dikeloa oleh sebuah perusahaan yang bernama Intel Corp. Mikroprosesor memiliki beberapa jenis merk dagang, antara lain: AMD, IBM, dan lain-lain.
Pada era pemutakhiran media tahap awal, interaksi sosial dalam kehidupan manusia jauh lebih baik lagi dibandingkan era sebelumnya. Dengan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak semua aktivitas menjadi lebih cepat, lebih praktis dan lebih enokomis. Pada era ini pertemuan tatap muka (face to face meeting) secara kuantitatif agak mengalami penurunan, dikarenakan teknologi komputer yang terkoneksi dengan "internet" atau jaringan menyebabkan interaksi sosial tatap muka (face to face meeting) mengalami perubahan. Namun hal positif di era ini adalah kualitas kehidupan sosial dan ekonomi manusia menjadi lebih baik.
Komputer yang di"install" atau dipasangkan perangkat lunak (software) dan terkoneksi melalui jaringan sangat memudahkan dan mempercepat manusia untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sosialnya serta beberapa aspek kehidupan yang lain. Baik itu interaksi sosial dalam organisasi skala kecil hingga tingkat dalam suatu negara.
Bahkan interaksi antar negarapun menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Pada era pemutakhiran media tahap awal, kita berterima kasih dan sangat bersyukur kepada para penemu media komunikasi tersebut. Selain kualitas kehidupan sosial lebih baik, manfaat tambahan pada era ini antara lain: semua urusan untuk berinteraksi dengan siapapun, dalam organisasi apapun menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Bahkan interaksi antar negara mengalami dan merasakan hal yang sama.
Pada era ini, media sosial masih belum populer. Teknologi media pada era ini digunakan masih untuk keperluan sesuatu yang butuh otomatisasi. Sehingga semua serba mudah, praktis, cepat, dan juga lebih akurat. Era ini kurang lebih berakhir di awal-awal tahun 2000 an. Walaupun pada era ini sudah termasuk penggunaan teknologi selular, namun kemampuan teknologi selular di era ini belum terlalu bagus untuk mengirimkan komunikasi visual.
Meskipun bisa dilakukan, namun kualitas dan kecepatannya masih sangat rendah. Selain mengirimkan suara, pada era ini teknologi telepon selular sudah sangat bagus mengirimkan data atau text. Pada masa ini, teknologi berbasis data atau text yang diimplementasikan sebelumnya, seperti telegram, paging / pager, menjadi tergantikan oleh teknologi telepon selular.
Pada era ini, transmisi atau pengiriman visual pada jaringan teknologi telepon selular masih kurang bagus, maka pembuat atau pengembang media sosial kurang bergairah pada masa itu, karena kualitas dan kecepatan pengiriman gambar masih sangat rendah.
#Era Pemutakhiran Media lanjutan
Era Pemutakhiran Media lanjutan, mulai diterapkan kira2 mendekati tahun 2010. Aspek yang merupakan kunci keberhasilan pada era ini, terutama adalah teknologi mikroprosesor yang semakin cepat dan canggih. Teknologi mikroprosesor ini menyebabkan terjadinya pergeseran pola kehidupan sosial manusia dari komputer ke "smartphone" (telepon pintar).
Pada awalnya perangkat telepon selular memiliki sistem pengoperasian yang berbeda sama sekali dengan sistem pengoperasian perangkat keras atau komputer. Pada tahun 2005 mulailah diterapkan perangkat telepon selular berbasis sistem pengoperasian windows, kemudian berkembang dan akan menggunakan berbasis sistem pengoperasian linux. Pada tahun 2008, perangkat telepon selular berbasis sistem pengoperasian linux sudah dapat diimplementasikan dengan baik, sistem pengoperasian linux dikenal dengan nama komersil Android.
Artinya perangkat telepon selular Android mulai dijual ke pasaran. Berbarengan dengan kemajuan teknologi sistem pengoperasian teknologi telepon selular (Android), teknologi jaringan telepon selular mengalami penyempurnaan teknologi pula. Pada awalnya menggunakan teknologi 2G (asal mula telekomunikasi digital).
Pada tekologi 2G kemampuan jaringan selular hanya mampu mentransmisikan suara dan data / text. Teknologi jaringanpun terus mengalami kemajuan, teknologi 2,5G, 3G, 3,5G dan saat ini teknologi jaringan 4G. Mungkin tidak lama lagi akan muncul teknologi jaringan 5G. Sejak diimplementasikan teknologi 3G pada awal tahun 2000 an, maka mulai periode ini, gambar atau video dapat ditransmisikan ke pihak lain.
Semakin hari kecepatan transmisi terus dikembangkan hingga saat ini kita menggunakan teknologi 4G. Kecepatan teknologi 4G yang kita gunakan saat ini sudah melebih 100 Mbps. Bahkan tahun 2019 lalu, Kecepatan teknologi 4G memberikan kecepatan transfer data hingga 300 Mbps kepada para penggunanya.
Sebagai informasi, kecepatan teknologi 5G yang akan diterapkan pada masa datang, memiliki kecepatan 10 kali lipat teknologi 4G dan waktu delay transfer data 50 kali lebih pendek. Misalkan, teknologi 4G memiliki transfer delay 50 milidetik, maka teknologi 5G memiliki transfer delay hanya 1 milidetik, shg hampir tidak dirasakan oleh penggunanya.
Bagaimana pola interaksi sosial disaat sudah diterapkannya teknologi 5G, berubah lagi kah? Imajinasi penulis, akan mengalami perubahan. Orang tidak perlu lagi bergerak kemana-mana cukup dirumah saja, maka segala kebutuhan anda akan tiba tanpa harus keluar rumah. Benar kah demikian, wallahua'lam.
Pada awalnya, sistem pengoperasian linux hanya dapat digunakan di perangkat komputer saja. Ciri khas sistem pengoperasian linux adalah "open system" atau sistem terbuka. Sama halnya dengan sistem pengoperasian windows. Namun sistem sistem pengoperasian windows lebih awal mengtransformasi beberapa perangkat telepon selular.
Namun menjelang tahun 2010, pada perangkat telepon selular sistem pengoperasian Android mulai menyaingi sistem pengoperasian Windows. Akhirnya sistem pengoperasian Android menjadi pemenang persaingan sistem operasi untuk perangkat telepon selular. Pada periode ini muncul istilah smartphone atau telepon pintar. Pada era inilah para pembuat dan pengembang media sosial bergairah untuk berinovasi dan berlomba-lomba mengembangkan aplikasi media sosial menjadikan yang terbaik.
Sejak era ini, pola kehidupan sosial manusia, pada awalnya, menggunakan komputer dan telepon selular masih terpisah atau dikotomi, namun diperkirakan sejak tahun 2010 hingga sekarang kehidupan sosial manusia berubah. Penggunaan komputer dan telepon selular pada era ini, menjadi terintegrasi atau menyatu. Sehingga semua urusan dapat diselesaikan "ditangan anda". Dalam artian diselesaikan dengan menggunakan telepon pintar yang selalu dipegang dan dibawa kemana-mana.
Teknologi media yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat interaksi sosial manusia, dari waktu ke waktu terus berkembang. Sehingga akses ke media sosial menjadi lebih mudah. Oleh karena itu, interaksi sosial manusia yang awalnya berkualitas tinggi, yaitu pertemuan tatap muka, berubah dan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Akibatnya perilaku generasi menjadi sangat terpengaruh. Interaksi sosial manusia dilakukan "dari tangan anda", cukup dengan memanfaatkan telepon pintar.
Beberapa perilaku sosial yang terjadi saat ini. Generasi yang masih mengalami era sebelum era pemutakhiran media lanjutan, generasi ini dikenal dengan istilah generasi baby boomers dan generasi X. Pada artikel ini sebut saja generasi old. Generasi old, Interaksi sosial dengan cara pertemuan tatap muka merupakan suatu kebiasaan yang selalu dirindukan.
Media sosial digunakan untuk merencanakan pertemuan tersebut. Sebagai contoh: untuk acara reuni, untuk pertemuan makan bersama, dan lain sebagainya. Dalam artian, media sosial hanya berupa "alat untuk mendukung pertemuan".
Ketika bertemu, telepon pintar yang dipegangnya seringkali diabaikan untuk sementara, sehingga kualitas pertemuan menjadi bermakna dan in sya Allah membawa manfaat.
Sesuai sabda Rasulullah SAW, "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim”. Generasi baby boomers dan generasi X, memaknai hubungan silaturahim yang bernilai besar tersebut adalah bertemu secara tatap muka.
Ketika kita mengamati kehidupan sosial pada generasi sekarang, yang sering dikenal dengan istilah generasi milenial (generasi Y) dan generasi Z. Pada artikel ini sebut saja generasi new. Interaksi sosial generasi new sebagian besar dilakukan melalui telepon pintar atau gagdet.
Apabila kita ingin mengetahui lebih jauh kehidupan sosial generasi new, datanglah ke tempat mereka sering ngumpul. Salah satu contoh adalah cafe. Mereka datang masing-masing ke tempat itu, saat awal bertemu mereka berjabat tangan dan bersenda gurau untuk mengakrabkan suasana pertemuan. Namun situasi ini tidak lama, setelah beberapa menit kemudian yang jadi teman akrabnya adalah telepon pintar masing-masing.
Walaupun mereka berkumpul ditempat itu cukup lama, namun komunikasi verbal yang terjadi diantara mereka nyaris tak terdengar. Teman akrabnya sudah berpindah, yang semula adalah kerabat yang berada disamping dan di depan, menjadi pindah dan berubah ke benda yang ada ditangan mereka, yaitu telepon pintar atau gadget.
Begitupun untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti membeli pakaian, makanan, dan sebagainya. Terlihat perbedaan, generasi old untuk berbelanja lebih menyukai "pergi ke pasar".
Karena di pasar akan bertemu dengan banyak orang sehingga terjadi interaksi sosial secara tatap muka. Terjadi komunikasi verbal dengan orang lain, paling tidak dengan penjual item yang akan dibeli. Hal ini masih lebih disukai dibandingkan dengan cara belanja lainnya.
Meskipun ada yang bertransaksi melalui telepon pintar belanja online atau belanja daring, namun jumlah nya masih minor.
Berbeda dengan generasi new, untuk aktivitas yang sama, generasi ini lebih menyukai belanja daring. Pasar yang mereka sukai adalah "marketplace" atau pasar virtual / online.
Apakah pasar virtual ada interaksi, tentunya ada donk. Interaksi sosial yang terjadi komunikasi melalui jari saja, sering disebut dengan istilah "chatting". Interaksi seperti ini tidak akan pernah terjadi pertemuan tatap muka, seperti yg lebih disukai generasi old.
Hal lain yang perlu diperhatikan terhadap generasi new ini adalah stabilitas emosional. Karena sangat jarang sekali mereka berinteraksi dengan cara bertemu langsung, maka mereka tidak terlatih dengan perilaku kehidupan sosial yang ril.
Interaksi sosial melalui chatting yang sering mereka lakukan, mereka tidak tahu ekspresi, situasi, dan kondisi ril yang terjadi pada lawan chat-nya, sehingga mereka kurang memiliki sifat empati, kurang mampu mengendalikan emosi dengan baik, dan masalah psikologis lainnya.
Karena interaksi melalui chatting, sangat sulit memahami kondisi ril yang dialami lawan chatting. Karena text tidak mampu mengekspresikan kondisi ril apapun terhadao seseorang. Dikhawatirkan generasi new ini sangat mudah frustasi, marah, sedih dan sebagainya, sehingga pertumbuhan psikologis generasi new tidak sebaik generasi old.
Hal yang perlu diberikan pemahaman dan ditekankan kepada anak-anak generasi new adalah ajaran Rasulullah tentang penting silaturahim.
Generasi new tentunya mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan generasi old. Kelebihan yang sangat tampak itu adalah, mereka memiliki ide-ide visioner, kreatif, inovatif untuk melahirkan pengetahuan, memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi dan beberapa kelebihan lainnya.
Hal yang menarik lainnya pada generasi new ini adalah perihal sumber penghasilan. Bagi generasi old, sumber penghasilan yang didapat oleh mereka, tidak masuk akal atau tidak logis, namun mereka bisa mendapatkan penghasilan dari cara tersebut. Salah satu contoh yang nyata dan sudah banyak sekali buktinya adalah profesi "youtuber".
Dari uraian di atas, terlihat dengan jelas perubahan interaksi sosial yang lebih disukai generasi old dengan yang lebih disukai generasi new. Generasi old lebih menyukai interaksi sosial tatap muka langsung, sedangkan generasi new lebih menyukai interaksi sosial melalui chatting atau cukup dengan jari saja.
Jenis permainan semasa kecilpun sangat berbeda. Generasi old melakukan permainan bersama-sama di lapangan atau area terbuka dengan teman sebaya, sehingga interaksinya langsung dengan teman tanpa media apapun. Hal ini akan melatih psikologis anak sejak dini agar peduli teman, toleransi, dan juga sikap empati kepada orang lain.
Sedangkan generasi new melakukan permainan didepan layar, entah komputer/laptop atau dengan telepon pintar yang dia miliki, semuanya dalam ruangan, bahkan sendirian, sehingga interaksinya tidak langsung karena ada media atau alat bantu yang menjembatani dia dengan temannya. Hal ini tidak mampu melatih psikologi anak lebih baik dari cara bermain generasi old.
Akibat dari perbedaan-perbedaan tersebut, tidak tertutup kemungkinan generasi new sulit mengendalikan ego. Generasi new menjadi generasi yang kurang "taft" menghadapi tantangan dan cobaan yang menimpa dirinya, kurang berjuang dan lebih mudah menyerah, hal ini dikarenakan mereka terlatih hidup serba instan, selama ini semuanya tersedia dihadapan mereka.
Sifat gotong royong yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia akan terkikis secara perlahan-lahan. Yang lebih dikhawatirkan adalah sikap individualistis terhadap generasi new menjadi sangat menonjol, sehingga ajaran untuk selalu berjamaah, seperti budaya gotong royong, akan mereka tinggalkan.
Apabila hal ini terjadi, maka mereka akan termasuk generasi atau golongan yang merugi. Sesuai firman Allah di surat Al Baqarah ayat 27 berikut ini:
"..... memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi."
Penulis:
Andriady Indra